Cegah Praktik Ilegal, Disnaker Tangsel Perketat Pengawasan Penyalur PMI

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat pengawasan terhadap perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) guna memastikan proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri berjalan aman dan sesuai ketentuan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi pelanggaran dan risiko eksploitasi yang masih kerap terjadi di sektor ketenagakerjaan internasional.

Kepala Disnaker Kota Tangsel, Sabam Maringan, menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat secara langsung dalam proses perekrutan calon pekerja migran. Disnaker lebih berfokus pada fungsi fasilitasi, pendampingan, dan pengawasan terhadap perusahaan penyalur yang bekerja sama dengan pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendataan calon pekerja migran dilakukan oleh perusahaan masing-masing. Sementara itu, Disnaker berperan memfasilitasi kebutuhan peserta serta memastikan perusahaan penyalur menjalankan tugasnya sesuai aturan,” ujar Sabam usai penandatanganan nota kesepahaman program pelatihan kerja luar negeri di Galeri UMKM Tangsel, Senin (13/07/2026).

Menurut Sabam, aspek pengawasan menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap perusahaan penyalur memiliki kapasitas dan tanggung jawab dalam menempatkan pekerja migran. Hal tersebut penting mengingat sektor penempatan tenaga kerja ke luar negeri masih memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Hotel Santika Premiere Bintaro Gelar Harmoni Batik Nusantara 2025 bersama Dekranasda dan Komunitas

Ia mengakui, praktik eksploitasi dan berbagai persoalan ketenagakerjaan lainnya masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Oleh karena itu, Disnaker terus melakukan pendampingan terhadap perusahaan penyalur agar perlindungan bagi pekerja migran dapat semakin optimal.

“Kami ingin memastikan perusahaan yang memberangkatkan pekerja migran benar-benar mampu menjalankan tanggung jawabnya. Pendampingan ini penting untuk menekan berbagai risiko yang dapat merugikan para pekerja,” katanya.

Selain memperketat pengawasan, Disnaker Tangsel juga mendukung peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui berbagai program pelatihan. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup kemampuan bahasa, tetapi juga keterampilan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan dan negara tujuan.

Sabam menjelaskan, peserta yang berminat bekerja di sektor perhotelan akan mendapatkan pelatihan khusus di bidang tersebut. Begitu pula bagi calon pekerja yang akan ditempatkan di sektor kesehatan, mereka akan dibekali kemampuan keperawatan dan keterampilan pendukung lainnya.

Baca Juga :  Benyamin Davnie: Pelayanan Prima Dimulai dari ASN yang Berintegritas

Durasi pelatihan pun berbeda-beda, tergantung negara tujuan. Untuk penempatan ke Jepang, pelatihan bahasa dapat berlangsung hingga enam bulan karena peserta harus mempelajari huruf kanji. Sementara itu, pelatihan bahasa Inggris umumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan.

Adapun negara tujuan pekerja migran asal Kota Tangsel cukup beragam, mulai dari Turki, Inggris, Montenegro, Amerika Serikat, hingga sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Seluruh proses penempatan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dari masing-masing negara dan perusahaan mitra.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan peningkatan kualitas pelatihan, Disnaker Tangsel berharap pekerja migran asal daerah tersebut dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik sekaligus memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional.(Wil)

Berita Terkait

Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Paket “School Break Staycation” dengan Beragam Fasilitas Eksklusif dan Diskon Perawatan Kecantikan Premium
Sensasi Manis dan Hangat di Bulan April dengan Kreasi Dessert & Coffee Spesial di Hotel Santika Premiere Bintaro
Ciater–Rawa Macek Longsor, Pemkot Tangsel Bergerak Cepat Lakukan Asesmen
DLH Tangsel Rilis Hasil Pemantauan Lingkungan Usai Kebakaran Gudang Kimia Taman Tekno
Pemkot Tangsel Libatkan KPK Perkuat Pengendalian Gratifikasi hingga Tingkat Kelurahan
Sinergi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Komisi IX DPR RI Perkuat Pengawasan Pangan di Pasar Modern BSD
Awasi MBG, Pemkot Tangsel Libatkan Dinkes dan BPOM
Pemkot Tangsel Canangkan Gerakan 1.000 Biopori per Kelurahan, Tekan Sampah dari Rumah Tangga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:21 WIB

Cegah Praktik Ilegal, Disnaker Tangsel Perketat Pengawasan Penyalur PMI

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:08 WIB

Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Paket “School Break Staycation” dengan Beragam Fasilitas Eksklusif dan Diskon Perawatan Kecantikan Premium

Senin, 20 April 2026 - 15:31 WIB

Sensasi Manis dan Hangat di Bulan April dengan Kreasi Dessert & Coffee Spesial di Hotel Santika Premiere Bintaro

Rabu, 8 April 2026 - 16:14 WIB

Ciater–Rawa Macek Longsor, Pemkot Tangsel Bergerak Cepat Lakukan Asesmen

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

DLH Tangsel Rilis Hasil Pemantauan Lingkungan Usai Kebakaran Gudang Kimia Taman Tekno

Berita Terbaru

Tangerang Selatan

Cegah Praktik Ilegal, Disnaker Tangsel Perketat Pengawasan Penyalur PMI

Jumat, 17 Jul 2026 - 11:21 WIB