Sejarah dan Alasan Kue Keranjang Identik dengan Imlek

Jumat, 9 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG | Bantenraya.co

Jelang Tahun Baru Imlek, pusat perbelanjaan menawarkan beragam pernak-pernik dan sajian khas. Salah satu yang menjadi favorit adalah kue keranjang, atau yang dalam bahasa Mandarin disebut Nian Gao.

Kue keranjang, yang juga dikenal dengan sebutan kue ranjang, kue bakul, atau dodol Cina di Indonesia, memiliki makna dan sejarah tersendiri. Berikut adalah pengertian kue keranjang beserta sejarahnya yang identik dengan perayaan Imlek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Kue Keranjang?
Dalam dialek Hokkian, kue keranjang disebut tii kwee yang berarti kue manis. Kue ini terbuat dari campuran ketan dan gula yang kemudian dicetak dalam wadah berbentuk keranjang. Oleh karena itu, dalam bahasa Indonesia, kue ini dikenal sebagai kue keranjang.

Kue keranjang memiliki tekstur dan rasa yang mirip dengan dodol, sehingga di Jawa Barat sering disebut dodol Cina. Rasanya legit manis dengan tekstur kenyal dan lengket. Biasanya, kue keranjang disimpan pada suhu ruangan atau di dalam lemari pendingin agar teksturnya memadat dan keras.

Sebelum disantap, kue ini perlu dikukus agar kembali lunak dan kenyal. Hal ini dijelaskan oleh Hermanto, pemilik Toko 21 yang menjual Kue Keranjang di Astanaanyar, Kota Bandung.

Baca Juga :  Penambahan Kuota Pembuangan Sampah TPA Sarimukti

Hermanto menjelaskan bahwa bentuk kue keranjang kadang tidak bulat sempurna, mungkin terlihat sedikit miring pada bagian atasnya. Namun, ini tidak mempengaruhi rasa kue tersebut.

Menurut Sejarah dan Legenda
Menurut legenda, pembuatan kue keranjang bermula ketika Tiongkok mengalami paceklik. Penduduk daerah yang mengalami kekeringan mengungsi ke daerah yang lebih subur. Di perjalanan itu, mereka membuat makanan yang tahan lama dan mengenyangkan, salah satunya adalah kue keranjang.

Bahan dasar kue keranjang adalah tepung ketan dan gula. Gula dicairkan, dicampur dengan tepung ketan, kemudian dikukus dalam cetakan berbentuk keranjang. Adonan ini dibungkus dengan daun pisang atau plastik.

Legenda ini diperkirakan terjadi sekitar 2.500 tahun yang lalu, setelah kematian Jenderal dan Politikus Kerajaan Wu bernama Wu Zixu. Kue keranjang kemudian digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur menjelang tahun baru Imlek, terutama pada malam menjelang Tahun Baru Imlek.

Ada berbagai versi legenda terkait dengan kue keranjang. Salah satunya adalah legenda Dewa Dapur, di mana masyarakat Tionghoa menggunakan kue sebagai persembahan kepada Dewa Dapur untuk mencegah keberuntungan buruk.

Baca Juga :  Kesulitan Daftar Pra-SPMB? Tenang, Ada Helpdesk yang Siap Bantu

Kue Keranjang Identik dengan Imlek
Karakteristik kue keranjang melambangkan harapan tertentu. Rasa manis dan tekstur yang kenyal serta lengket melambangkan harapan akan kehidupan yang manis dan harmonis di masa depan.

Bentuk bundar kue ini melambangkan harapan akan kesatuan, kerukunan, dan kelekatan keluarga. Itulah mengapa kue keranjang menjadi identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Sehari sebelum Tahun Baru Imlek, keluarga Tionghoa mempersiapkan sembahyang untuk leluhur mereka. Kue keranjang merupakan salah satu sajian wajib dalam sembahyang ini, disusun bertingkat tinggi dengan harapan akan peningkatan rezeki dan kemakmuran di tahun yang akan datang.

Dalam tradisi Tionghoa, kue keranjang juga dikonsumsi terlebih dahulu pada Tahun Baru Imlek sebagai simbol keberuntungan sebelum menyantap makanan lainnya.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai kue keranjang beserta makna dan sejarah tradisinya yang kental dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek!(il/BDR)

Penulis : il

Berita Terkait

Dorong Pemberdayaan Desa, Program “Pemred Sahabat Desa” Diluncurkan di Bandung
Jenderal Agus Subiyanto Terima Pena Mas di Puncak Peringatan Hari Bela Negara 2025
PT Indah Kiat Pulp & Paper Products Raih Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025
Tiga Tokoh Legislatif Banten Terpilih sebagai Penerima Apresiasi Bela Negara 2025
Apresiasi Bela Negara 2025, 60 Tokoh hingga Kementerian Terima Penghargaan
Menwa Gelar Apel Akbar Hari Bela Negara
Hotel Santika Premiere Bintaro Ajak Anda untuk Bersantai dengan Paket November Getaway
Menginspirasi Lewat Aksi, Emmy Kuswandari Diganjar Kartini Award 2024
Berita ini 98 kali dibaca
Jelang Tahun Baru Imlek, pusat perbelanjaan menawarkan beragam pernak-pernik dan sajian khas. Salah satu yang menjadi favorit adalah kue keranjang, atau yang dalam bahasa Mandarin disebut Nian Gao.

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:29 WIB

Dorong Pemberdayaan Desa, Program “Pemred Sahabat Desa” Diluncurkan di Bandung

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:03 WIB

Jenderal Agus Subiyanto Terima Pena Mas di Puncak Peringatan Hari Bela Negara 2025

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:25 WIB

PT Indah Kiat Pulp & Paper Products Raih Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:37 WIB

Tiga Tokoh Legislatif Banten Terpilih sebagai Penerima Apresiasi Bela Negara 2025

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:55 WIB

Apresiasi Bela Negara 2025, 60 Tokoh hingga Kementerian Terima Penghargaan

Berita Terbaru

headline

Siaga Sebelum Terjadi, Damkar Latih Pegawai Hadapi Kebakaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:14 WIB