PT MRT Jakarta Bangun Stasiun Bawah Tanah Pertama di Indonesia

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | bantenraya.co

PT MRT Jakarta membangun stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia yakni pada proyek MRT fase 2A CP 202 bagian Sawah Besar-Mangga Besar Jakarta Pusat.

“Ini jadi stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta review 2023 dan rencana 2024 di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, hal itu dimungkinkan karena penggunaan jalur Ratangga ke arah selatan dan utara berada pada level yang berbeda atau peron bertumpuk (stacked platform) ini sehingga kedalaman Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar menjadi 28 meter.

Weni juga menjelaskan, nantinya stasiun bertingkat itu juga akan terhubung melalui terowongan menyesuaikan rancangan.

Ia menyebutkan, Stasiun Sawah Besar yang terletak di sisi Jalan Gajah Mada, akan menggunakan konsep yang sama dengan Stasiun Mangga Besar di sisi Jalan Hayam Wuruk.

Baca Juga :  Keberhasilan Memimpin Pendorong Erick Thohir Diusung Cawapres

Nantinya kereta yang berlainan arah akan berada di level peron bertumpuk. Saat ini, hanya terdapat dua stasiun yang akan menggunakan konsep itu di MRT Jakarta Koridor Utara – Selatan.

“Penggunaan konsep ‘stacked platform’ dan ‘stacked tunnel’ (peron dan terowongan bertumpuk) ini dikarenakan keterbatasan area di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk,” jelasnya.

Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar dirancang untuk memiliki empat lantai, dengan peron untuk Ratangga ke utara dan selatan pada dua lantai yang terpisah.

MRT Fase 2A CP 202 Stasiun Harmoni—Sawah Besar—Mangga Besar yang dimulai 25 Juni 2022 kini telah mencapai 25,54 persen per 25 Januari 2024.

Baca Juga :  Bambang Pamungkas Jadi Manajer Persija

Dengan cakupan pekerjaan meliputi pekerjaan D-Wall Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar dan fabrikasi pembesian D-Wall (diaphragm wall), serta pekerjaan tiang kolom sementara penopang lantai dan atap selama masa ekskavasi stasiun (king post).

Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.

Fase 2 MRT Jakarta akan dibangun dengan biaya sekitar Rp22,5 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.(JR)

Berita Terkait

Perbaikan Jalan Raya Perancis Dikebut untuk Dukung Kelancaran Aktivitas Bandara
Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih
Warga Tangerang Segera Punya Flyover Baru di Jalan Sudirman
Matangkan Arah Tataruang kota ,DCKTR Tangsel percepat Finalisasi Raperda RT RW
Jalan Rusak Diburu Perbaikan, Tangerang Fokus Benahi 1.200 Titik
Demi Kenyamanan Warga, Jalan Raya Bayur Diperbaiki Lebih Cepat
Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan
Pemkot Bergerak, Drainase Silang Dibangun untuk Atasi Genangan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:25 WIB

Perbaikan Jalan Raya Perancis Dikebut untuk Dukung Kelancaran Aktivitas Bandara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:31 WIB

Wujudkan Pemerataan Layanan ,PERUMDAM TKR Perluas Jaringan Air Bersih

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:26 WIB

Warga Tangerang Segera Punya Flyover Baru di Jalan Sudirman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Matangkan Arah Tataruang kota ,DCKTR Tangsel percepat Finalisasi Raperda RT RW

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:45 WIB

Jalan Rusak Diburu Perbaikan, Tangerang Fokus Benahi 1.200 Titik

Berita Terbaru