bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar Kick Off Meeting rencana pembangunan Flyover Sudirman atau Simpang Tidak Sebidang (STS) Sudirman yang melibatkan berbagai stakeholder dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektoral dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Kota Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, pembangunan Flyover Sudirman merupakan agenda prioritas Pemkot Tangerang bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengatasi kemacetan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Benteng Betawi, hingga Jalan Daan Mogot yang selama ini dipengaruhi oleh lintasan rel Commuter Line Duri–Tangerang.
Menurutnya, lokasi tersebut menjadi salah satu simpul lalu lintas penting yang menghubungkan sejumlah jalur strategis di Kota Tangerang sehingga membutuhkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat.
Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti menjelaskan, pembangunan flyover sepanjang 600 meter itu ditargetkan mulai direalisasikan pada awal 2027 mendatang. Saat ini, Pemkot Tangerang tengah mempersiapkan sejumlah tahapan teknis seperti penyusunan Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), hingga proses pembebasan lahan.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga sedang menyiapkan skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) guna mendukung kelancaran proses pembangunan nantinya. Persiapan pembebasan lahan pun direncanakan mulai dilakukan pada 2026.
Rencana pembangunan Flyover Sudirman juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Rudi Irawan menilai proyek tersebut penting untuk meningkatkan keselamatan dan memperlancar arus mobilitas masyarakat di Kota Tangerang. (wil/dam)







