bantenraya.co |TANGERANG
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Penjabat (Pj) Walikota Tangerang, Dr. Nurdin, berkesempatan melaksanakan kegiatan berbuka puasa sekaligus beribadah salat tarawih bersama jamaah Masjid Nurul Muhajirin, di Perumahan Griya Ciledug Indah 1, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Karang Tengah.
Kegiatan Safari Ramadhan atau tarawih keliling (Tarling) tersebut, Pj Walikota turut memberikan infak senilai Rp20 Juta, untuk dana sosial pengentasan kemiskinan berbasis masjid, Rabu (20/3/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bulan Ramadan harus dapat kita jadikan momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta kepedulian terhadap sesama terutama bagi yang membutuhkan,” tutur Pj Nurdi , dalam kultumnya sesaat sebelum tarawih berjamaah.
Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Pemkot Tangerang pada 2024 ini akan memberikan hibah kepada 256 lembaga termasuk masjid dan musala dengan total anggaran sebesar Rp14.438.500.000.
“Dimana lembaga-lembaga tersebut tentunya yang telah mengajukan bantuan melalui Aplikasi Sabakota sejak tahun 2023,” jelasnya.
Doktor alumnus Universitas Indonesia ini menambahkan, berbagai upaya Pemkot tersebut diharapkan dapat memotivasi dan meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap saudara kita yang membutuhkan.
“Tentunya dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak, agar upaya pengentasan kemiskinan ekstrem yang meskipun di Kota Tangerang angka persentasenya lebih rendah dari pada provinsi dan nasional, tetapi tetap menjadi kewajiban kita bersama untuk menuntaskannya,” tukasnya.
Terpisah, pengasuh Pondok Pesantren Annisiyah Wal Muzainiyah, K.H Qoharudin menyatakan, bahwa penyaluran dana hibah ini sangat membantu lembaga pendidikan, pondok pesantren, masjid, musala, dan majelis taklim dalam menyelenggarakan kegiatan selama bulan Ramadhan. Pondok pesantren yang dipimpinnya mendapat hibah senilai Rp20 juta.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan dari Pemkot Tangerang. Insya Allah dana ini akan digunakan untuk operasional kegiatan keagamaan yang selama ini dihidupkan masyarakat melalui pondok pesantren, masjid, mushola, sampai majelis taklim masing-masing,” ujar K.H Qoharudin. (adv)
Penulis : ali
Editor : dwi teguh







