Campak Merebak, Ini Panduan Orang Tua Mengenali dan Menanganinya pada Anak

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | Bantenraya.co
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026.

Hal tersebut menjadi peringatan kepada warga khususnya para orang tua agar waspada dengan penyakit campak yang saat ini sedang meningkat.

Agar di ketahui, campak bukan sekadar ruam biasa. Ini adalah infeksi virus yang tingkat penularannya sangat tinggi, terutama pada anak-anak. Jika diabaikan, penyakit ini berisiko memicu komplikasi yang membahayakan nyawa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Itulah sebabnya, orang tua perlu jeli mengenali tanda-tandanya sejak dini serta tahu langkah apa yang harus diambil saat merawat anak di rumah.

1. Waspadai Gejala Awal: Lebih dari Sekadar Flu

Menurut dr. Putri Mutiara Sari dari RS Sari Asih Cipondoh, gejala campak sering kali menyamar sebagai flu biasa di tahap awal. Namun, kombinasi gejala berikut patut diwaspadai:

• Demam Drastis: Suhu tubuh anak bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40°C.

• Gejala Pernapasan & Mata: Batuk kering, hidung tersumbat (pilek), serta mata yang memerah dan berair.

Baca Juga :  Sidang Perdana Ria Ricis dan Teuku Ryan, Hadir Bersama

• Bintik Koplik (Tanda Khas): Perhatikan area dalam mulut (pipi bagian dalam). Jika ada bintik putih keabu-abuan dengan dasar merah, itu adalah tanda kuat campak yang muncul 1-2 hari sebelum ruam luar terlihat.

• Ruam Merah yang Menyebar: Ruam biasanya muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, lalu turun menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu.

Catatan: Gejala ini biasanya baru muncul 7 hingga 14 hari setelah anak terpapar virus.

2. Pertolongan Pertama dan Perawatan di Rumah

Jika si kecil terdiagnosis campak, fokus utama adalah menjaga kenyamanan dan mempercepat pemulihan dengan langkah-langkah berikut:

• Istirahat Total & Isolasi: Pastikan anak istirahat dengan cukup dan batasi kontak dengan anggota keluarga lain (terutama bayi yang belum imunisasi) untuk memutus rantai penularan.

• Cegah Dehidrasi: Demam tinggi dan sariawan sering membuat anak malas minum. Berikan air putih, sup hangat, atau jus buah secara rutin.

Baca Juga :  Super Flu di Indonesia, ini yang Perlu Diketahui Masyarakat

• Obat Penurun Panas: Gunakan parasetamol sesuai dosis anjuran dokter. Penting: Hindari penggunaan aspirin pada anak karena risiko komplikasi fatal.

• Jaga Kelembapan Udara: Gunakan humidifier atau pelembap udara untuk membantu meredakan batuk dan sesak di hidung.

3. Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Jangan menunda untuk membawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda bahaya berikut:
1. Demam tinggi yang tidak kunjung reda lebih dari 3 hari.
2. Tanda dehidrasi (bibir sangat kering, jarang buang air kecil).
3. Gangguan pernapasan seperti sesak napas atau nyeri dada.
4. Anak tampak sangat lemas, tidak sadar, atau mengalami kejang.

Tanpa penanganan medis yang tepat, campak dapat berkembang menjadi infeksi telinga, pneumonia (paru-paru basah), hingga ensefalitis (radang otak). Anda bisa segera melakukan konsultasi dengan spesialis di poli anak rumah sakit terdekat untuk diagnosis yang akurat.

Cara terbaik melindungi anak dari ancaman campak adalah melalui vaksinasi. Pastikan buah hati Anda mendapatkan imunisasi dasar lengkap, termasuk vaksin MMR, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh IDAI.(mas/wil)

Berita Terkait

Perumda Tirta Benteng Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Layanan Air Minum
Tinawati Ajak Siswa Cegah Perundungan Lewat PKK Mengajar
Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026
Bupati Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026
Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD
Muktamar XII Tetapkan Jazuli Juwaini Pimpin Mathla’ul Anwar
BPBD Taklukkan Kebakaran Limbah di Jatiuwung
DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:46 WIB

Perumda Tirta Benteng Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Layanan Air Minum

Selasa, 14 April 2026 - 13:48 WIB

Tinawati Ajak Siswa Cegah Perundungan Lewat PKK Mengajar

Selasa, 14 April 2026 - 13:45 WIB

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026

Selasa, 14 April 2026 - 13:42 WIB

Bupati Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026

Selasa, 14 April 2026 - 13:38 WIB

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD

Berita Terbaru

Banten Raya

Tinawati Ajak Siswa Cegah Perundungan Lewat PKK Mengajar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:48 WIB

Banten Raya

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Bupati Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:42 WIB

Banten Raya

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:38 WIB