bantenraya.co | SERANG
Polda Banten beri Pembinaan Personel Polri untuk cegah paham radikalisme dan Intoleransi yang bertempat di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten, pada Senin (27/10/25).
Kegiatan dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar K.H. Embay Mulya Syarif, perwakilan BNPT RI Dr. H. Amas Tajudin, Pejabat Utama Polda Banten, serta Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakapolda menjelaskan, radikalisme dan intoleransi merupakan isu yang sangat serius dan menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia.
“Radikalisme dan intoleransi merupakan isu yang sangat serius dan menjadi tantangan besar bagi bangsa kita. Di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, penyebaran paham radikal dan intoleran semakin mudah dan cepat. Hal ini menjadi perhatian kita semua, khususnya bagi Polri yang bertugas di lini terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.
Wakapolda menyampaikan, radikalisme dapat menimbulkan konflik, kekerasan, dan disintegrasi sosial.
“Upaya pencegahan menjadi langkah yang sangat strategis. Kita harus mampu mengenali tanda-tanda awal radikalisme serta berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kerukunan. Sebagai institusi yang bertugas melindungi dan melayani masyarakat, kita harus memiliki kapasitas yang memadai dalam menangkal paham-paham yang menyimpang. Melalui pelatihan dan pembinaan ini,” paparnya.
Diakhir, Wakapolda Banten berharap kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan strategi dalam penanggulangan radikalisme.
“Saya berharap dalam kegiatan ini kita bisa berbagi pengalaman, pengetahuan, dan strategi yang telah terbukti efektif dalam penanggulangan radikalisme. Mari kita berdiskusi secara aktif, bertukar pikiran, dan saling mendukung dalam upaya ini. Dengan kolaborasi dan sinergi yang baik, saya yakin kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh toleransi,” pesannya. (hed/dam)







