Citra Gemoy Cerminan Kekaguman Milenial dan Gen Z ke Prabowo

Senin, 27 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IDOLA MILENIAL: Capres Prabowo Subianto mendapat julukan gemoy yang muncul atas kekaguman Milenial dan Gen Z terhadapnya.

IDOLA MILENIAL: Capres Prabowo Subianto mendapat julukan gemoy yang muncul atas kekaguman Milenial dan Gen Z terhadapnya.

bantenraya.co | JAKARTA

Istilah ‘Gemoy’ kini menjadi kata yang menempel kuat pada sosok calon presiden (capres) nomor urut dua Prabowo Subianto. Setiap melihat sosok Prabowo, kata Gemoy ini selalu keluar dari mulut orang, terutama kalangan milenial dan generasi Z (Gen Z).

Kata gemoy sendiri merupakan bahasa kekinian untuk menggantikan kata ‘gemas’ pada objek yang menggemaskan. Istilah Gemoy sendiri disematkan ke Prabowo Subianto oleh netizen Indonesia saat melihat Prabowo berjoget ala penari hingga kemudian gaya joget Prabowo disebut sebagai ‘joget gemoy’.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan, istilah Gemoy tersebut lahir secara organik dari kalangan para pemilih muda kepada Prabowo.

Menurutnya, generasi muda tertarik dengan gaya kepemimpinan ketua umum Partai Gerindra itu yang dianggap memiliki jiwa pemaaf dan menjadi sosok yang merangkul semua kalangan.

Bahkan, sikap tidak pendendam kepada orang-orang yang mengkhianatinya menunjukkan ketulusannya. “Prabowo tampak lebih tulus berjuang. Dia tidak pernah menyerang,” kata Toto, dikutip Senin (27/11).

Baca Juga :  Deklarasikan Dukungan, Tarekat Naqsabandiyah Indonesia Bertekad Menangkan Prabowo-Gibran

Dikatakan Toto, ketulusan Prabowo itu juga terlihat dari berbagai serangan negatif hingga dirinya difitnah oleh lawan politiknya tidak membuat Prabowo marah atau melawan. Hal ini membuat kecintaan kelompok milenial dan Gen Z terus meningkat kepadanya.

“Saat diserang, dia (Prabowo, red) lebih memilih diam ketimbang melayani serangan, termasuk fitnah,” ucapnya.

Diungkapkan Direktur eksekutif Citra Komunikasi LSI itu, sikap Prabowo Subianto yang terus tenang dan tidak membalas fitnah orang ini mengindikasikan dirinya sedang menerapkan jurus komunikasi profetik.

“Dari sisi ini, saya melihat Prabowo itu sebenarnya sedang mengamalkan jurus komunikasi profetik,” jelasnya.

Dijelaskan Toto, sifat tidak pendendam dan ‘joget gemoy’ ini memunculkan pesan bahwa Prabowo tidak mempedulikan berbagai serangan negatif, baik hinaan, cacian, maupun fitnah. Hingga spirit nilai-nilai nabi sedang dipraktikkan oleh Prabowo Subianto.

“Ini, kan, jelas pesan moral para nabi kepada umatnya agar kita selalu sabar, kuat, dan tahan menghadapi berbagai bentuk serangan seperti tadi, termasuk dalam konteks pertarungan politik,” jelas Toto.

Baca Juga :  Lalin Macet Massa Pendukung AMIN Menuju JIS

Lebih jauh Toto mengatakan, kebiasaan Prabowo Subianto berjoget gemoy juga menunjukkan kecerdasan Prabowo dalam menanggapi serangan.

Buktinya, tagar ‘gemoy’ berkali-kali menjadi trending di media sosial sehingga melambungkan popularitas Prabowo. Istilah ‘gemoy’ yang banyak dipakai kalangan anak muda pun membuat Prabowo memiliki tempat di pemilih milenial maupun generasi (gen) Z.

“Efek positifnya sangat potensial punya tempat di segmen anak muda, khususnya anak muda berkategori gen Z yang jumlahnya makin besar,” ujarnya.

Peneliti senior di LSI Denny JA itu juga merujuk pada hasil survei lembaganya. Menurut Toto, saat ini publik memiliki pandangan yang berbeda tentang Prabowo dibandingkan pada Pilpres 2019.

Saat ini Prabowo dianggap sebagai sosok yang lebih suka bercanda, humanis, tidak emosional, dan tidak gampang terpancing.

“Seperti yang terpotret di survei LSI Denny JA, secara karakter personal, Prabowo hari ini dipersepsi sebagai figur strong leader,” tutup Toto. (*)

Penulis : red

Editor : dwi teguh budiana

Berita Terkait

Terkait Putusan Sengketa Pilpres 2024, Mahkamah Konstitusi Terjebak
Cak Imin Klaim Anies tak Maju di Pilkada DKI
Ucapan Selamat Pimpinan Negara Disebut Bentuk Pengakuan Dunia untuk Kemenangan Prabowo Gibran
Margarito Kamis: Anies-Ganjar Harus Legowo, Angket DPR Tidak Akan Mengubah Hasil Pilpres
Hak Angket Kecurangan Pemilu Dinilai Tak Tepat
Golkar Klaim Peningkatan Suara Dipengaruhi Capres Prabowo
KPU dan Bawaslu Didesak Awasi Data Sirekap
Kubu Paslon 02 dan 03 Siap Laporkan Kecurangan Pemilu
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 10:30 WIB

Terkait Putusan Sengketa Pilpres 2024, Mahkamah Konstitusi Terjebak

Senin, 22 April 2024 - 10:08 WIB

Cak Imin Klaim Anies tak Maju di Pilkada DKI

Senin, 26 Februari 2024 - 20:08 WIB

Ucapan Selamat Pimpinan Negara Disebut Bentuk Pengakuan Dunia untuk Kemenangan Prabowo Gibran

Minggu, 25 Februari 2024 - 16:00 WIB

Margarito Kamis: Anies-Ganjar Harus Legowo, Angket DPR Tidak Akan Mengubah Hasil Pilpres

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Hak Angket Kecurangan Pemilu Dinilai Tak Tepat

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:24 WIB

Golkar Klaim Peningkatan Suara Dipengaruhi Capres Prabowo

Rabu, 21 Februari 2024 - 10:03 WIB

KPU dan Bawaslu Didesak Awasi Data Sirekap

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:59 WIB

Kubu Paslon 02 dan 03 Siap Laporkan Kecurangan Pemilu

Berita Terbaru

Pilkada 2024

Serahkan 233.302 Berkas Calon Perseorangan, Zul-Lerru Optimis Lolos

Sabtu, 15 Jun 2024 - 09:11 WIB

Kabupaten Tangerang

Sabet 138 Medali, Kontingen Kabupaten Tangerang Masuk Tiga Besar POPDA 2024

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:14 WIB

Kabupaten Tangerang

Sekda : Pedagang Lama Dapat Prioritas Utama Lapak Pasar Mauk

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:57 WIB

Hukum & Kriminal

Polisi Berhasil Ringkus Bandar Sabu di Dua Tempat

Jumat, 14 Jun 2024 - 10:17 WIB