Ucapan Selamat Pimpinan Negara Disebut Bentuk Pengakuan Dunia untuk Kemenangan Prabowo Gibran

Senin, 26 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

bantenraya.co | JAKARTA

Sejumlah pemimpin negara memberikan ucapan selamat kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto atas keunggulannya dalam perolehan suara sementara di pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Tercatat dalam pemberitaan media, Prabowo sudah menerima ucapan selamat dari setidaknya 15 pemimpin negara. Mereka di antaranya Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, Presiden Uni Arab Emirat (UAE) Mohammed Bin Zayed, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, PM Singapura Lee Hsien Loong, ⁠PM Malaysia Anwar Ibrahim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, ⁠PM Albania Edi Rama, Presiden Timor Leste José Ramos-Horta, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM India Narendra Modi, PM Inggris Rishi Sunak, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping melalui Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang, Presiden Filipina Bongbong Marcos, Presiden Nikaragua Daniel Ortega. Para pemimpin itu mengucapkan selamat kepada Prabowo baik melalui telepon maupun surat.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Hasanuddin Makassar Ishaq Rahman mengatakan, ucapan dari para pemimpin dunia itu sebagai bentuk pengakuan dunia internasional atas kemenangan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

“Adalah lazim dalam tata pergaulan antarnegara, para kepala negara yang memberi ucapan selamat kepada paslon 02 yang unggul menurut versi quick count sudah meyakini bahwa Paslon 02 Prabowo – Gibran akan memenangkan real count dan juga yakin akan dilantik sebagai presiden nantinya,” ujar Ishaq, Senin (26/2/2024).

Baca Juga :  Kemendag Diminta Tegakkan Permendag 31/2023

“Keyakinan tersebut bisa saja berasal dari hasil analisis mereka terhadap sistem politik Indonesia. Biasanya, perwakilan negara asing itu melakukan fungsi pelaporan kepada negara asalnya. Nah, bisa jadi para kepala negara tersebut telah memperoleh input informasi yang cukup meyakinkan,” imbuhnya.

Dikatakan Ishaq, meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan penghitungan dan belum melakukan pengumuman secara resmi, pengakuan dari negara luar juga dapat mendorong legitimasi presiden terpilih, walaupun di dalam negeri masih terjadi dinamika.

Dia mengatakan setidaknya ada tiga aspek legitimasi dari hasil Pemilu 2024 ini yaitu legitimasi hukum, legitimasi politik, dan legitimasi sosiologis.

“Pertama, kerja-kerja KPU adalah kerja-kerja berbasis aturan. Maka, apapun nanti hasil keputusan KPU akan memiliki legitimasi hukum yang kuat,” tegasnya.

Kedua, kata Ishaq, secara politik kendatipun kandidat yang kalah dan partai politik masih belum mengakui kemenangan Prabowo-Gibran dengan mengambil langkah politik seperti hak angket untuk membatalkan hasil pemilu, tetapi pada akhirnya pada kandidat dan partai akan tunduk terhadap keputusan hukum.

Baca Juga :  Penjagaan Polisi Menjelang Demo Relawan Ganjar-Mahfud di Jakpus

“Tetapi, legitimasi politik ini akan bersinggungan dengan legitimasi hukum. Sebagai negara hukum, saya kira para politisi akhirnya tunduk pada keputusan hukum,” ucapnya.

Ketiga, lanjut Ishaq, secara sosiologis kemenangan telak dengan suara mencapai sekitar 58 persen merupakan suara rakyat yang sesungguhnya, wacana kecurangan hanya dilemparkan oleh sejumlah elit.

“Legitimasi sosiologis adalah penerimaan masyarakat. Pemilu kali ini dianggap penuh kecurangan. Kita tinggal melihat saja apakah masyarakat menerimanya atau tidak? Jika masyarakat secara umum menerima hasil pemilu, maka bisa diartikan wacana kecurangan tersebut merupakan wacana elit dan masyarakat tidak merasa demikian,” katanya.

Ishak menegaskan para pemimpin dunia percaya politik Indonesia akan tetap stabil ke depan dengan kemenangan Prabowo-Gibran sekali putaran.

Dia meyakini capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Maju itu mendapat dukungan masyarakat yang kuat tidak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri.

“Dengan kata lain, para pemimpin negara yang mengucapkan selamat yang artinya mengkonfirmasi kemenangan paslon 02 sudah melihat semua aspek tersebut, dan mereka yakin akan tercipta legitimasi terhadap hasil Pemilu Indonesia ini nantinya,” tukasnya. (*)

Penulis : red

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Terkait Putusan Sengketa Pilpres 2024, Mahkamah Konstitusi Terjebak
Cak Imin Klaim Anies tak Maju di Pilkada DKI
Margarito Kamis: Anies-Ganjar Harus Legowo, Angket DPR Tidak Akan Mengubah Hasil Pilpres
Hak Angket Kecurangan Pemilu Dinilai Tak Tepat
Golkar Klaim Peningkatan Suara Dipengaruhi Capres Prabowo
KPU dan Bawaslu Didesak Awasi Data Sirekap
Kubu Paslon 02 dan 03 Siap Laporkan Kecurangan Pemilu
Tertinggal Jauh di Real Count KPU, Anies dan Ganjar Disarankan Legowo Terima Hasil Pilpres 2024
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 10:30 WIB

Terkait Putusan Sengketa Pilpres 2024, Mahkamah Konstitusi Terjebak

Senin, 22 April 2024 - 10:08 WIB

Cak Imin Klaim Anies tak Maju di Pilkada DKI

Senin, 26 Februari 2024 - 20:08 WIB

Ucapan Selamat Pimpinan Negara Disebut Bentuk Pengakuan Dunia untuk Kemenangan Prabowo Gibran

Minggu, 25 Februari 2024 - 16:00 WIB

Margarito Kamis: Anies-Ganjar Harus Legowo, Angket DPR Tidak Akan Mengubah Hasil Pilpres

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Hak Angket Kecurangan Pemilu Dinilai Tak Tepat

Berita Terbaru

headline

Maryono: Pemkot Siap All Out Dukung Program Pusat

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:00 WIB

headline

Generasi Qur’ani Tumbuh, STQ Neglasari 2026 Berjalan Sukses

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:56 WIB