bantenraya.co | TANGERANG
Memasuki awal 2026, lonjakan kasus influenza A (H3N2) Subclade K atau yang populer disebut “super flu” menjadi sorotan.
Meski demikian, bahwa vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk mencegah risiko sakit parah hingga kematian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RS Permata Hati Cikupa, dr. Daniel Aditya, Sp.PD, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus influenza yang menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan akut, termasuk super flu.
Kata dr. Daniel, julukan super flu sendiri, disebabkan virus tersebut penularannya relatif cepat, terutama pada musim tertentu seperti musim hujan atau dingin.
Menurut dokter yang berpraktik di rumah sakit yang beralamat di Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini memaparkan, penyakit tersebut juga dapat menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga berat melalui percikan udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, maupun melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh wajah, hidung, atau mulut.
“Super flu ini muncul karena penularannya relatif cepat, di mana satu orang bisa menularkan ke beberapa orang di sekitarnya,” ucap dr. Daniel, yang ditemui disela-sela praktik di RS Permata Hati Cikupa, Rabu (07/01/2026).
dr. Daniel memberikan tips atau langkah, agar seseorang tidak mudah tertular oleh virus influenza tersebut.
Hal pertama yang penting dilakukan, menurut dr. Daniel adalah agar setiap orang melakukan vaksinasi Influenza tahunan.
“Lakukan vaksinasi Influenza,” ungkap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Lebih lanjut, langkah disiplin protokol 3M juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah 3M tersebut meliputi memakai masker di tempat umum, menjaga jarak minimal satu meter dari orang yang sakit, dan mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
Kemudian, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang juga tak kalah penting.
“Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan istirahat minimal 7–8 jam setiap malam,” tegas dr. Daniel. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







