bantenraya.co | TANGERANG
Dosen Program studi (prodi) Teknik Mesin dan Teknik Informatika, Universitas Pamulang, melakukan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) dengan mengajar di MTs. Pembangunan Nurul IslamZ Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, untuk memberikan pendampingan pembelajaran siswa di sekolah menggunakan teknologi digital.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat itu, dosen, memberikan materi pelatihan membuat karaktet animasi menggunakan aplikasi scratch.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MTs. Pembangunan Nurul Islam Muzazanah, S. Ag., MM mengatakan, animasi dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu pembentukan karakter anak, dengan menginternalisasikan karakter-karakter positif yang ada pada muatan animasi.
”Kegiatan PKM sangat positif dan kami mengapresiasi. Diharapkan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan rutin, agar setelah lulus nantinya para siswa menjadi mandiri dengan keahlian yang dimiliki. Terimakasih Prodi Teknik Mesin dan Teknik Informatika, Universitas Pamulang yang bersedia memberikan pelatihan kepada anak kami,” ucap Muzazanah.
Ketua PKM Deden Rosid Waltam,S.Si., M.T memaparkan, kegiatan PKM yang merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, akan dilaksanakan berkelanjutan. Dengan melatih para siswa, agar memiliki keahlian dengan tujuan membuka usaha atau mencari pekerjaan.
Kata Deden, dalam periode waktu tertentu para dosen akan memberikan pelatihan dengan materi yang berbeda sehingga siswa bisa memilih jenis keahlian yang ingin ditekuni.
“Dari kegiatan ini diharapkan, siswa setelah lulus sekolah dapat mandiri dan memiliki usaha dengan nilai jual ekonomis. Serta dapat membantu program pemerintah dalam usaha mengurangi pengangguran,” ungkap Deden.
Sementara itu, Wawan Budiarto,S.Si., M.Si, anggota tim PKM, menambahkan.
kegiatan ini dilaksanakan dengan bantuan teknisi dan mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang yang berpengalaman untuk memberikan demo.
Selain itu, juga diajarkan membuat animasi Scratch dan membimbing siswa mempraktekan membuat animasi sederhana.
”Terlihat para peserta antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan. Para peserta menyimak materi dan melakukan praktek. Banyak pertanyaan yang diajukan peserta untuk mengetahui lebih dalam tentang aplikasi Scratch,” kata Wawan. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







