bantenraya.co | CILEGON
Sejumlah guru honorer di Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Cilegon untuk menuntut pembayaran honor mereka yang belum diterima sejak Oktober hingga Desember 2024. Akibat keterlambatan ini, banyak guru yang terpaksa berutang, bahkan hingga memanfaatkan pinjaman online (pinjol), dengan beberapa kasus mencapai nominal Rp5 juta.
Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Honorer (FKGTH) Kota Cilegon, Somy Wirardi, mengungkapkan kondisi sulit yang dialami para guru honorer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keluhan hampir semua guru itu sama. Mereka harus pinjam uang untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang belum bisa membayar listrik. Beberapa terpaksa menggunakan pinjol,” ujar Somy saat aksi berlangsung, Rabu (22/01/2025).
Somy menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran honor ini sangat mengecewakan, terutama karena anggaran telah ditetapkan setiap tahunnya melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) sejak 2021.
“Alasan yang kami dengar adalah defisit anggaran. Padahal, anggaran untuk honor guru honorer sudah diketuk palu setiap tahunnya. Ada Perda yang mengatur pembayaran honor ini,” tegasnya.
Menurut Perda yang berlaku, guru dengan masa kerja 10 tahun ke atas seharusnya menerima honor Rp1 juta per bulan, sementara yang bekerja kurang dari 10 tahun mendapat Rp675 ribu per bulan. Namun, hak tersebut hingga kini belum diberikan.
Somy menyatakan bahwa aksi sebelumnya tidak membuahkan hasil. Sebagai langkah lanjutan, FKGTH berencana melayangkan surat somasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Cilegon untuk mengusut tuntas permasalahan ini.
“Kami akan berjalan kaki ke Kejari dan Polres untuk menyerahkan surat somasi. Kami meminta agar eksekutif Kota Cilegon diaudit untuk mengetahui di mana sebenarnya anggaran tersebut berada,” ujar Somy.
Para guru berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan melunasi honor mereka. “Kami hanya ingin keadilan. Ini bukan soal kemewahan, tetapi hak kami untuk hidup layak,” tutupnya.
Aksi ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota Cilegon akan pentingnya menghargai peran tenaga pendidik yang telah berjasa dalam membangun sumber daya manusia di kota tersebut. (rga/BN/ris)







