Bantenraya.co | CILEGON
Polda Banten bersama Polres Cilegon berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan anak seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terjadi di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kota Cilegon.
Pelaku berinisial HA (31), warga asal Palembang yang menetap di Cilegon, ditangkap aparat kepolisian setelah melakukan aksi pencurian yang berujung pada pembunuhan. Polisi mengungkap, motif utama kejahatan tersebut dilatarbelakangi masalah ekonomi akibat kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengatakan pelaku terhimpit tekanan finansial hingga terlilit utang dalam jumlah besar.
“Motif utamanya adalah ekonomi. Pelaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan kripto sehingga memiliki utang yang menumpuk. Tekanan tersebut mendorong pelaku nekat melakukan pencurian,” ujar Dian saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).
Dian menjelaskan, aksi kejahatan tersebut diawali dengan perencanaan. Pelaku awalnya berniat melakukan pencurian di rumah yang dianggap kosong, tanpa niat menghilangkan nyawa korban.
“Pelaku sempat menekan bel rumah beberapa kali. Karena tidak ada respons, ia mengira rumah dalam keadaan kosong,” jelasnya.
Setelah itu, HA memanjat pagar dan menyelinap ke samping rumah. Dengan menggunakan kunci yang telah dimodifikasi, pelaku mencongkel jendela hingga berhasil masuk ke dalam rumah. Namun, situasi di dalam rumah tidak sesuai perkiraannya.
“Di dalam rumah, pelaku justru berhadapan langsung dengan anak pemilik rumah selaku korban. Karena panik dan takut aksinya terbongkar, pelaku langsung melakukan kekerasan,” ungkap Dian.
Dalam kondisi panik, HA membekap korban. Tak hanya itu, pelaku juga mengeluarkan sebilah pisau yang telah dibawanya sejak awal dan menikam korban hingga mengalami luka fatal.
“Pelaku menusuk korban menggunakan pisau yang memang sudah dibawa sebelumnya. Akibat luka tusuk tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian,” tegasnya.(Hab)







