Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Pelaku Akui Terjerat Utang Kripto

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | CILEGON

Polda Banten bersama Polres Cilegon berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan anak seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terjadi di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kota Cilegon.

Pelaku berinisial HA (31), warga asal Palembang yang menetap di Cilegon, ditangkap aparat kepolisian setelah melakukan aksi pencurian yang berujung pada pembunuhan. Polisi mengungkap, motif utama kejahatan tersebut dilatarbelakangi masalah ekonomi akibat kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, mengatakan pelaku terhimpit tekanan finansial hingga terlilit utang dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Kendaraan Dorong Pemulihan Industri Otomotif di Banten

“Motif utamanya adalah ekonomi. Pelaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan kripto sehingga memiliki utang yang menumpuk. Tekanan tersebut mendorong pelaku nekat melakukan pencurian,” ujar Dian saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).

Dian menjelaskan, aksi kejahatan tersebut diawali dengan perencanaan. Pelaku awalnya berniat melakukan pencurian di rumah yang dianggap kosong, tanpa niat menghilangkan nyawa korban.

“Pelaku sempat menekan bel rumah beberapa kali. Karena tidak ada respons, ia mengira rumah dalam keadaan kosong,” jelasnya.

Setelah itu, HA memanjat pagar dan menyelinap ke samping rumah. Dengan menggunakan kunci yang telah dimodifikasi, pelaku mencongkel jendela hingga berhasil masuk ke dalam rumah. Namun, situasi di dalam rumah tidak sesuai perkiraannya.

Baca Juga :  Pembangunan RTP Ketileng Digoyang Isu Suap

“Di dalam rumah, pelaku justru berhadapan langsung dengan anak pemilik rumah selaku korban. Karena panik dan takut aksinya terbongkar, pelaku langsung melakukan kekerasan,” ungkap Dian.

Dalam kondisi panik, HA membekap korban. Tak hanya itu, pelaku juga mengeluarkan sebilah pisau yang telah dibawanya sejak awal dan menikam korban hingga mengalami luka fatal.

“Pelaku menusuk korban menggunakan pisau yang memang sudah dibawa sebelumnya. Akibat luka tusuk tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian,” tegasnya.(Hab)

Berita Terkait

Mudik Lebaran Dipastikan Lancar, Ini Penegasan Gubernur Banten Andra Soni
Pantauan CCTV, Banjir di Cilegon Berangsur Surut
Momentum Ramadan, Pemprov Banten Renovasi RTLH
Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Industri Banten
Kapolda Banten Tinjau Dapur Umum dan Lokasi Banjir di Cilegon
Gubernur Hadiri Pembukaan Turnamen Golf Kapolda Banten 2025
Sate Bebek Khas Cibeber Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
BPN Cilegon Hadirkan Layanan Antar Jemput Sertipikat Tanah
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:49 WIB

Mudik Lebaran Dipastikan Lancar, Ini Penegasan Gubernur Banten Andra Soni

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:33 WIB

Pantauan CCTV, Banjir di Cilegon Berangsur Surut

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:19 WIB

Momentum Ramadan, Pemprov Banten Renovasi RTLH

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:52 WIB

Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Industri Banten

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:15 WIB

Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Pelaku Akui Terjerat Utang Kripto

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pengalaman Panjang di DPRD Perkuat Langkah Subhan sebagai Sekwan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:09 WIB