Pembangunan RTP Ketileng Digoyang Isu Suap

Sabtu, 18 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DITOLAK: Sejumlah warga berdemo menolak pembangunan Ruang Terbuka Publik Ketileng.

DITOLAK: Sejumlah warga berdemo menolak pembangunan Ruang Terbuka Publik Ketileng.

bantenraya.co | CILEGON

Sebuah gambar tangkapan layar beredar di salah satu grup WhatsApp media sosial, menunjukkan dugaan transfer sejumlah uang dari seorang pengusaha pihak ketiga kepada oknum Kelurahan Ketileng terkait proyek pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP).

Yaser Arafat, salah satu warga setempat yang juga Koordinator Koalisi Masyarakat Kelurahan Ketileng Bersatu (KMKKB), mengungkapkan bahwa pihak ketiga diduga memberikan suap kepada oknum Kelurahan Ketileng dalam kaitannya dengan pembangunan RTP di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini berdasarkan bukti transfer yang telah menjadi viral karena proyek RTP yang ditolak dan didemonstrasi oleh masyarakat,” ungkapnya sambil menunjukan bukti transfer dari group WhatsAppnya.

Berdasarkan gambar tangkapan layar, oknum pengusaha tersebut telah mentransfer sejumlah uang sebesar 14 juta rupiah untuk kontribusi RTP Ketileng untuk empat RW, pada 1 November 2023 yang lalu.

Baca Juga :  BKKBN Kalsel dan Pemkab Tanah Bumbu Belajar Grand Desain Kependudukan ke Kota Cilegon

Arafat juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan terkait dugaan suap yang melibatkan pengusaha RTP Ketileng. “Kami mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan suap terkait RTP Ketileng,” tegasnya.

Ia menegaskan terkait pembangunan yang berada di wilayahnya tersebut warga akan tetap menolak dengan adanya pembangunan RTP kelurahan Ketileng tersebut. “Intinya kami bersama warga akan tetap menolak pembangunan RTP tersebut,” tegasnya.

Terpisah Ketua RW 02 Link Ketileng Barat, Kecamatan Cilegon, Saifulloh, saat dikonfirmasi, menyebut, dirinya bersama jajaran RT setempat telah mengembalikan kepada pihak ketiga dan disaksikan oleh pihak keamanan setempat.

Baca Juga :  Puskesmas Pulomerak Raih Penghargaan Menuju WBK dari KemenPAN-RB

“Untuk pendistribusian di empat RW itu senilai 14 juta dari pihak ketiga, masing masing RW itu dapet 3,5 juta, kalau di RW 02 Ketileng Barat itu mengembalikan,’’ sebutnya.

“Jadi tidak menerima kontribusi dari pihak ke tiga terkait RTP Kelurahan, kalau RW yang lain, saya juga tidak tahu,” tambahnya.

Saifulloh bersama warga dan jajaran RT setempat juga menolak keras adanya pembangunan RTP di Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.

Di sisi lain, oknum pengusaha serta pihak Kelurahan Ketileng masih belum dapat dikonfirmasi terkait masalah ini. (*)

Penulis : arg

Editor : dwi teguh budiana

Berita Terkait

Mudik Lebaran Dipastikan Lancar, Ini Penegasan Gubernur Banten Andra Soni
Pantauan CCTV, Banjir di Cilegon Berangsur Surut
Momentum Ramadan, Pemprov Banten Renovasi RTLH
Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Industri Banten
Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Pelaku Akui Terjerat Utang Kripto
Kapolda Banten Tinjau Dapur Umum dan Lokasi Banjir di Cilegon
Gubernur Hadiri Pembukaan Turnamen Golf Kapolda Banten 2025
Sate Bebek Khas Cibeber Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:49 WIB

Mudik Lebaran Dipastikan Lancar, Ini Penegasan Gubernur Banten Andra Soni

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:33 WIB

Pantauan CCTV, Banjir di Cilegon Berangsur Surut

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:19 WIB

Momentum Ramadan, Pemprov Banten Renovasi RTLH

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:52 WIB

Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Industri Banten

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:15 WIB

Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Pelaku Akui Terjerat Utang Kripto

Berita Terbaru

headline

Siaga Sebelum Terjadi, Damkar Latih Pegawai Hadapi Kebakaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:14 WIB