bantenraya.co | TANGERANG
SMK Mandiri 02 Balaraja, tidak hanya mampu mendidik anak-anak secara akademik. Tapi sekolah swasta di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang ini benar-benar hebat, mampu memfasilitasi anak didiknya kerja di Jepang.
Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri (Yaspendri) 79, Dedi Affandi menuturkan, keberhasilan alumni SMK Mandiri 02 Balaraja bekerja di Negeri Sakura tersebut, berkat program kerjasama yang dilakukan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Mandiri Balaraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Dedi memaparkan, Muhamad Dudu Syahuda, siswa Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Indri Ardita Nanda, dari Jurusan Mmulti Media (MM), SMK Mandiri Balaraja 02 Balaraja, kini sudah bekerja di PT. Kyouizumi Kougyo, Jepang.
“Kami optimistis jika kualitas anak didik kami mampu bersaing di dunia internasional. Selain mereka menerima ijasah, juga telah kami bekali sertifikat profesi. Hal ini yang membuat alumni SMK Mandiri 02 Balaraja banyak bekerja di Jepang,” ucap Dedi, seusai melepas anak didiknya ke Jepang, kemarin.
Menurut Dedi, kepercayaan masyarakat menitipkan anaknya ke SMK Mandiri 02 Balaraja sangat tepat. Selain anak-anak memiliki kecerdasan akademik, skill mereka dalam bekerja juga dipersiapkan. Sehingga tidak heran jika setiap tahunnya, alumni SMK Mandiri 02 Balaraja selalu diterima bekerja di Jepang.
“Meski tidak mudah mempesiapkan siswa bekerja di Jepang, ini menjadi sebuah tantangan. Dan terbukti, alumni-alumni kami mampu bekerja di Jepang,” tutur Dedi.
Untuk itu, para orangtua siswa sudah tepat menyekolahkan ananknya di SMK Mandiri 02 Balaraja. Fasilitas yang disediakan sangat refresentatif, bahkan sekolah favorit di Balaraja ini sudah M0U dengan Dindikbud Banten, menyelenggarakan Sekolah Gratis, tidak dipungut SPP.
Sementara itu, Muhamad Dudu Syahuda, alumni SMK Mandiri 02 Balaraja yang bekerja di Jepang, melalui pesan singkat kepada penanggungjawab BKK Mandiri 02 Balaraja, mengaku senang jika dirinya sudah bekerja di Jepang.
Selain ingin memiliki pengalaman bekerja di luar negeri, tentunya penghasilan fantastis menjadi alasan utama.
“Sistem bekerja di Jepang dan Indonesia tentunya berbeda, apalagi budaya Jepang. Tentunya kita harus bisa cepat beradaptasi,” ungkap Dudu. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







