bantenraya.co | TANGERANG
Di tengah tantangan pendidikan yang tidak hanya pada capaian akademik, MTs. Yabika, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, mengembangkan model pendidikan Islam holistik yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21, menuntut penguatan karakter, nilai keislaman, dan kepedulian sosial secara beriringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan jumlah peserta didik mencapai 290 siswa, MTs. Yabika terus menunjukkan pertumbuhan positif sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Madrasah ini menjadikan moto cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual, sebagai landasan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan seluruh program pendidikan.
Kepala MTs. Yabika Jambe, H. Dadan Mardiana, ST., M.Pd, mengatakan, pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan ruh nilai-nilai keislaman.
“Kami berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membentuk kematangan emosi dan kekuatan spiritual siswa. Ketiganya harus tumbuh seimbang agar peserta didik siap menghadapi realitas kehidupan,” ujar H. Dadan.
Lebih lanjut, H. Dadan memaparkan, alquran sebagai basis pembentukan larakter penguatan kecerdasan spiritual di MTs Yabika, diwujudkan melalui program unggulan Tahfiz dan Tahsin Alquran.
Program ini dirancang tidak sekadar mengejar target hafalan, tetapi lebih jauh untuk menanamkan adab, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Alquran.
Pembiasaan membaca Alquran, salat berjamaah, serta internalisasi nilai-nilai Islam dalam aktivitas harian menjadi bagian dari kultur madrasah.
Menurut H. Dadan, Alquran diposisikan sebagai sumber nilai yang membimbing cara berpikir dan bersikap peserta didik.
“Kami ingin Alquran benar-benar hadir dalam kehidupan siswa, bukan hanya dihafal, tetapi juga diamalkan dalam keseharian,” katanya.
Menumbuhkan kematangan emosional dan kepemimpinan selain spiritualitas, MTs. Yabika memberi perhatian serius pada penguatan kecerdasan emosional dan karakter.
Hal ini dilakukan melalui kegiatan pembiasaan, program kesiswaan, serta aktivitas pengembangan diri yang terintegrasi dalam kurikulum. Program seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Character Camp, menjadi sarana pembinaan kepemimpinan, kemandirian, kerja sama, serta kemampuan mengelola emosi.
Pendekatan ini dipandang penting untuk membekali siswa dengan ketangguhan mental, di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Selain itu, pembelajaran bermakna dan kepedulian lingkungan dalam aspek kecerdasan intelektual, MTs Yabika mendorong pembelajaran bermakna, menumbuhkan daya pikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah.
Bahkan madrasah juga mengimplementasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sebagai upaya menciptakan iklim belajar yang humanis dan partisipatif.
Komitmen tersebut diperkuat melalui program Sekolah BERHATI (Bersih, Hijau, Sehat, dan Inovatif) serta partisipasi dalam Program Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Melalui pendidikan lingkungan ini, siswa diajak memahami menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.
Ketua YABIKA, Hj. Siti Izzatul Yazidah, M.Pd, menegaskan, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang berilmu. Sekaligus berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
“Kami ingin peserta didik Yabika tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan kesadaran spiritual yang kuat. Inilah esensi pendidikan Islam yang ingin kami bangun,” ujarnya.
Kontribusi Madrasah dalam pendidikan karakter bangsa melalui berbagai program, MTs Yabika Jambe berupaya menghadirkan praktik baik pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sinergi antara akademik, karakter dan spiritualitas diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Pendekatan ini menegaskan peran madrasah sebagai institusi strategis, dalam pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kokoh secara spiritual. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







