bantenraya.co | TANGERANG
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang mendapatkan sorotan tajam dari pengamat politik Adib Miftahul Huda. Terkait kembali tersandungnya KPU dalam hal sepele namun menyangkut harkat hidup orang banyak.
Setelah sebelumnya sempat ramai saat perekrutan anggota KPPS Pileg 2024 soal konsumsi yang tidak layak. Kali ini, KPU kembali ditimpa persoalan yang senada. Saat tahapan pengundian nomor urut, kemarin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan anggaran yang fantastik, para komisioner KPU seharusnya belajar dari kesalahan. Ini malah terulang kembali masalah sepele konsumsi,” kata Adib.
Menurutnya, seperti ada yang tidak beres ditubuh KPU Kabupaten Tangerang, mulai dari sekretariat sampai komisionernya.
“Bagaimana bisa meningkatkan partisipasi pemilih dan lainya, kalau ngurusin hal sepele tidak becus bahkan terulang kembali di kesalahan yang sama,” pungkasnya.
Adib mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa KPU.
“Kita pikir dengan pola sederhana saja, kalau anggaran untuk mamin sesuai dengan pagu yang di anggarkan dan para komesioner punya visi yang cerdas. Ya, tidak mungkin nasi kotak basi dan aparat penegak hukum harus turun karena saya yakin akan menjadi tabir untuk membuka kejanggalan yang lainya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para tamu undangan termasuk jurnalis mendapatkan nasi boks (kotak).
Ternyata eh ternyata, nasi kotak yang disediakan KPU tersebut sudah tidak layak (basi).
“Aduh, ini nasi kotak nya kok basi. Gimana ini KPU mau bikin orang sakit perut keracunan semua,” teriak salah satu jurnalis online.
Tidak hanya jurnalis yang harus mendapatkan kesialan makan nasi kotak basi, para tamu undangan dari salah satu partai koalisi juga menuturkan hal serupa.
“Maka nya kita pada kelaperan dan makan di luar ini, tadi mau makan nasi kotak kpu, sudah basi,” ujar salah seorang fungsionaris partai pengusung.
Menyikapi hal tersebut Ketua KPU Kabupaten Tangerang, M Umar meminta maaf kepada semua pihak atas ketidaknyamanan konsumsi yang tidak layak.
“Mohon maaf itu semua event organizer (EO) yang menyiapkan,” kata Umar.
Namun Umar berjanji akan mengevaluasi kejadian tersebut agar tak terulang kembali.
“Akan kita evaluasi EO dan semua pihak terkait,” tandasnya. (*)
Penulis : Red
Editor : Chan







