bantenraya.co | CILEGON
Beberapa kecamatan di Kota Cilegon dilanda banjir pada Kamis (9/1). Menanggapi bencana ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin, menekankan pentingnya penanganan komprehensif untuk mengatasi persoalan klasik tersebut.
“Banjir adalah masalah yang berulang di Kota Cilegon. Data menunjukkan bahwa 60 persen bencana di kota ini berupa banjir. Oleh karena itu, kami sudah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasinya,” ujar Maman, Jumat (10/1).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maman mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), untuk melakukan evaluasi dan tindakan di lapangan. Salah satu rencana utama adalah membangun rumah pompa di titik-titik rawan luapan air.
“Saya sudah instruksikan Dinas PU untuk bekerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) guna memperbesar saluran air di jalan utama. Selain itu, normalisasi saluran, pengerukan pendangkalan, dan penyediaan rumah pompa akan menjadi prioritas,” jelasnya.
Menurut Maman, dana yang dialokasikan untuk penanganan banjir pada tahun 2025 mencukupi kebutuhan normalisasi saluran air di Kota Cilegon. Jika ada kebutuhan tambahan, anggaran dapat disesuaikan secara fleksibel.
“Untuk normalisasi, anggaran kita aman. Kalau pun ada kebutuhan lebih, kami akan menyesuaikan. Fleksibilitas anggaran ini penting untuk memastikan semua program berjalan,” imbuhnya.
Maman juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengendalian banjir. “Rumah pompa harus ada di setiap tandon atau tempat penampungan air. Jika kapasitas tandon penuh, pompa dapat segera bekerja untuk mengalirkan air ke tempat yang aman,” pungkasnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang terus menjadi ancaman bagi warga Kota Cilegon, sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana serupa di masa depan.
(rga/Fb/ris)







