Pemprov Banten Klaim Inflasi Terkendali pada Juni 2024

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co |Serang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengklaim angka inflasi di wilayahnya masih terkendali dengan baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, inflasi year on year (y-on-y) di Banten pada Juni 2024 tercatat sebesar 2,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 105,97. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,51 persen.

Penurunan inflasi di Banten juga terlihat dibandingkan bulan sebelumnya, di mana pada Mei 2024 inflasi y-on-y mencapai 2,86 persen. Pada bulan Juni 2024, terjadi deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,08 persen, sementara tingkat inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,27 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inflasi y-on-y di Banten terjadi karena kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Berikut rincian kenaikan indeks kelompok pengeluaran:

Makanan, minuman, dan tembakau: naik 3,89 persen
Pakaian dan alas kaki: naik 1,68 persen
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: naik 0,35 persen
Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: naik 1,86 persen
Kesehatan: naik 1,51 persen
Transportasi: naik 1,14 persen
Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: naik 0,20 persen
Rekreasi, olahraga, dan budaya: naik 1,66 persen
Pendidikan: naik 0,70 persen
Penyediaan makanan dan minuman/restoran: naik 4,15 persen
Perawatan pribadi dan jasa lainnya: naik 5,39 persen
Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y antara lain: emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), cabai merah, kopi bubuk, Sigaret Kretek Tangan (SKT), kue kering berminyak, bawang putih, daging ayam ras, minyak goreng, gula pasir, Sigaret Putih Mesin (SPM), bubur, dan upah asisten rumah tangga.

Baca Juga :  Pj Sekda Virgojanti: TPID Provinsi Banten Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan

Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi y-on-y termasuk telur ayam ras, bawang merah, ikan kembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, tomat, sabun cair/cuci piring, pepaya, cumi-cumi, bumbu masak jadi, angkutan antar kota, daging sapi, tutup kepala/topi, ikan selar/ikan tude, dan ikan asin teri.

Untuk deflasi m-to-m pada Juni 2024, komoditas yang dominan memberikan kontribusi adalah tomat, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, ikan mas, ikan kembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, parfum, kangkung, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, deodorant, cumi-cumi, bayam, ikan nila, bawang putih, dan udang basah.

Sedangkan, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi m-to-m di antaranya beras, cabai rawit, jeruk, jengkol, ketimun, kentang, kopi bubuk, petai, sewa rumah, buku tulis bergaris, cabai merah, pengharum cucian/pelembut, ikan bandeng/ikan bolu, alpukat, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Baca Juga :  Komis B Panggil BUMD dan Dinas Terkait Lonjakan Harga Pangan

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, menyatakan bahwa inflasi di Provinsi Banten bulan Juni 2024 (y-on-y) sebesar 2,49 persen atau di bawah rata-rata nasional. “Artinya, inflasi terkendali dengan cukup baik,” kata Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP33B, Curug, Kota Serang, kemarin.

Muktabar juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggiatkan berbagai agenda pengendalian inflasi. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam pengendalian inflasi di Banten. “Terkait komoditas pangan, seperti minyak goreng dan bawang putih, perlu diantisipasi. Untuk komoditas lainnya cukup baik atau tersedia,” tambahnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Tomsi Tohir menyatakan bahwa rata-rata inflasi nasional pada bulan Juni 2024 turun menjadi 2,51 persen dari 2,84 persen. “Besaran inflasi 2,51 persen termasuk angka yang sangat baik. Meskipun secara nasional pernah mencapai 2,28 persen pada bulan September,” ujarnya. Tomsi juga berpesan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memaksimalkan pengendalian inflasi, terutama bagi daerah yang angkanya di atas rata-rata nasional. (hed/BN/ris)

 

Penulis : red

Editor : red

Berita Terkait

Bang Sama Pemkot Tangerang Keliling Kelurahan, Dekatkan Akses Pangan Murah ke Warga
Sachrudin Dorong Partisipasi Warga dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Wakil Walikota Minta ASN menjadi Garda Terdepan Komunikator yg Baik ,Wujudkan Pelayanan Prima kepada Masyarakat .
Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang
Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi
Pemkab Pandeglang Distribusikan 106 Hewan Kurban
Dimyati Apresiasi ASN yang Berkurban
Dekranasda dan HCI Angkat Pangan Lokal Banten
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:07 WIB

Bang Sama Pemkot Tangerang Keliling Kelurahan, Dekatkan Akses Pangan Murah ke Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 14:02 WIB

Sachrudin Dorong Partisipasi Warga dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:52 WIB

Wakil Walikota Minta ASN menjadi Garda Terdepan Komunikator yg Baik ,Wujudkan Pelayanan Prima kepada Masyarakat .

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:08 WIB

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:03 WIB

Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Perluas Akses Layanan Publik, Gerai Samsat Cipondoh Resmi Beroperasi

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:37 WIB