bantenraya.co | TANGERANG
Penebangan pohon secara massal di area pembangunan turap Kali Irigasi Sipon, Cipondoh, mendapat perhatian publik, Rabu (04/12/2024).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, mengungkapkan pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari Dinas PUPR terkait rencana pembangunan tersebut dan melakukan survei bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kata Rizal, hanya ada beberapa pohon terdampak dalam kegiatan proyek tersebut.
“Pohon yang berada di jalur pembangunan utilitas dan sarpras Kota Tangerang boleh dilakukan penebangan setelah memberitahukan kepada Dinas Budpar. Dalam hal ini, Dinas PUPR sudah memberitahukan bahwa ada beberapa pohon yang akan terdampak oleh pembangunan turap,” jelas Rizal, melalui pesan WhatsApp masengernya.
Rizal menambahkan, pohon-pohon yang ditebang merupakan bagian dari upaya optimalisasi pembangunan infrastruktur.
Namun, ia menegaskan bahwa penebangan dilakukan secara selektif berdasarkan hasil survei bersama.
“Sudah dilakukan survei bersama untuk menentukan pohon mana saja yang akan terdampak oleh pembangunan tersebut,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Pengerjaan turap di Kali Sipon, Cipondoh, Kota Tangerang, menuai kritik dari warga setempat. Proyek yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Tangerang itu memicu keluhan lantaran dianggap merugikan lingkungan dan menyebabkan berbagai dampak sosial.
Salah satu persoalan yang paling disorot adalah penebangan pohon secara masif di sepanjang area proyek. Warga merasa tindakan ini tidak sejalan dengan upaya penghijauan yang sebelumnya digalakkan.
“Iya, banyak pohon yang ditebangi. Dulu warga diajak gotong royong menanam pohon, tapi sekarang malah ditebang tanpa diskusi dulu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, penanaman pohon membutuhkan waktu dan dedikasi. Namun, tindakan pemerintah yang sembarangan menebang pohon dinilai mengabaikan pentingnya kelestarian lingkungan.
“Ini bukan cuma satu atau dua pohon, tapi banyak sekali. Kami kecewa karena kesannya lingkungan tidak diperhatikan, padahal kami selalu mendukung program pembangunan,” katanya lagi.
Warga Cipondoh Makmur menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dianggap mengutamakan pembangunan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan. Mereka berharap ada keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
“Semestinya pembangunan itu tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Jangan sampai satu kepentingan mengorbankan yang lain,” tegas warga lainnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Tangerang, Mursiman, mengakui adanya penebangan pohon di lokasi tersebut. Namun, ia menyatakan wewenang terkait penebangan pohon ada di bidang lain.
Meski persoalan ini bukan berada pada wewenangnya, namun ia cukup kooperatif dalam memberikan penjelasan yang berimbang.
“Sebenernya saya gak bisa menyampaikan keterangan, karena ini tupoksinya ada dibidang tata air. Tapi nanti saya teruskan ke pimpinan. Saya hanya sedikit bisa menjelaskan, kalau saya biasanya bila berkaitan dengan penebangan pohon, langsung bersurat ke pertamanan, karena (domainnya) ada disana,” kata Mursiman, seraya berharap agar hal ini tidak sampai menjadi persoalan yang besar dan menghambat pembangunan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, belum memberikan respons terkait konfirmasi awak media yang dikirim melalui pesan WhatsApp Messengernya.
Pantauan di lokasi proyek, area sepanjang 300 meter yang dulunya hijau kini terlihat gersang setelah pohon-pohon ditebang. Material pembangunan yang berserakan juga membuat jalan di sekitar kali menyempit, mengakibatkan kemacetan terutama pada jam sibuk.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. (*)
Penulis : Ali
Editor : Chan







