Penjualan Mobil Listrik Eropa Menurun, China Justru Melonjak

Sabtu, 10 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi mobil listrik (istimewa)

ilustrasi mobil listrik (istimewa)

JAKARTA | Bantenraya.co

Masalah anggaran pemerintah Jerman tiba-tiba menghantam sektor kendaraan listrik (EV) menjelang perayaan Natal tahun lalu. Berlin secara mendadak menghentikan skema subsidi mobil listrik yang dikenal sebagai “Umweltbonus” atau bonus lingkungan, di mana konsumen mendapat subsidi beberapa ribu euro jika membeli mobil listrik, sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran. Beberapa bulan sebelumnya, skema subsidi untuk kendaraan perusahaan juga telah diakhiri, mencakup sekitar dua pertiga dari pasar mobil Jerman. Hal ini menjadi salah satu alasan utama penurunan penjualan mobil listrik baru di Jerman pada dua bulan terakhir tahun lalu.

Asosiasi Produsen Mobil Eropa melaporkan penjualan mobil listrik di Jerman turun 48% pada bulan Desember, sementara penjualan mobil listrik di Uni Eropa secara keseluruhan turun hingga 17%.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Patrick Schaufuss, konsultan di McKinsey, penjualan mobil listrik di Eropa stagnan pada tahun 2023, terutama karena menurunnya penjualan kendaraan listrik hibrida (PHEV) yang disebabkan oleh kurangnya atau terbatasnya subsidi untuk PHEV serta minimnya model baru untuk teknologi transisi ini. Dia memprediksi situasi serupa akan terjadi pada tahun 2024, sementara peningkatan diharapkan terjadi pada tahun 2025 dan 2026 ketika model yang lebih terjangkau menjadi tersedia.

Baca Juga :  PT Indah Kiat Raih Badan Usaha Paling Komunikatif dan Aspiratif Dengan Media di Ajang Bergengsi Tangerang Raya Award 2024

Mike Tyndall, kepala riset ekuitas otomotif Eropa di HSBC, menyatakan bahwa pertumbuhan mobil listrik di Eropa pada tahun 2023 secara keseluruhan sebenarnya “cukup kuat”, tetapi pertumbuhannya tidak sesuai harapan. Salah satu tantangannya adalah bahwa harga mobil listrik masih terlalu mahal. Produsen mobil di beberapa negara Eropa telah menawarkan diskon yang lebih tinggi untuk pembelian kendaraan listrik setelah subsidi di Jerman dihapus.

Hambatan utama dalam penetrasi mobil listrik ke pasar mobil Eropa adalah harganya yang masih tinggi dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar gas. Persepsi konsumen terhadap infrastruktur pengisian daya dan kinerja baterai mobil listrik juga masih menjadi masalah. Namun, Tyndall percaya bahwa kekhawatiran tersebut akan berangsur-angsur memudar seiring dengan peningkatan teknologi dan infrastruktur.

Untuk produsen mobil besar seperti Volkswagen (VW), taruhannya sangat besar dalam transisi ke mobil listrik. VW telah mengumumkan rencana investasi sebesar €180 miliar selama periode 2023 hingga 2027 untuk elektrifikasi dan digitalisasi. Perusahaan menargetkan 80% penjualannya di Eropa tahun 2030 berasal dari mobil listrik. Meskipun menghadapi tantangan pada tahun 2024, VW yakin mereka berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  Generasi Qur’ani Tumbuh, STQ Neglasari 2026 Berjalan Sukses

Pesaing baru dari Cina, seperti BYD, juga turut memperkuat persaingan di pasar mobil listrik Eropa. BYD telah mengalami lonjakan penjualan mobil listrik di pasar domestiknya, Cina, dan kini semakin menargetkan pasar Eropa dan Amerika Serikat. Meskipun harga mobil listrik Cina bersaing, Tyndall menekankan bahwa keberhasilan BYD dan produsen mobil listrik Cina lainnya di Eropa tidak hanya bergantung pada harga murah, tetapi juga pada substansi dan merek.

VW menyambut baik persaingan dari produsen mobil listrik Cina dan menganggapnya sebagai tantangan yang serius. Perusahaan ini percaya bahwa para pesaingnya juga harus beradaptasi dengan kebutuhan pasar Eropa. Meskipun persaingan semakin ketat, VW optimis dalam menghadapi tantangan ini.(il/jr)

Penulis : il

Berita Terkait

Tangerang LIVE Raih Anugerah Inovasi One Stop Service,Bukti Inovasi Layanan Publik Terus Berkembang
Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online
Disnaker Kota Tangerang Buka Pelatihan Desain Grafis dan Pencetakan Digital Gratis
Perkuat Pengawasan Pendidikan serta Layanan Untuk ABK , Disdik Luncurkan Dua Aplikasi.
Pemkot Tangerang Pastikan Proses Verifikasi Pra SPMB 2026 Berjalan Lancar
Pemkot Tangerang Permudah Layanan PBB Online untuk Masyarakat
APP Group Perkuat Program Berkelanjutan, Raih Penghargaan TOP CSR Awards 2026
Takut NIK Dipakai Pinjol? Ini Cara Cek Mandiri dari Diskominfo Tangerang
Berita ini 26 kali dibaca
Masalah anggaran pemerintah Jerman tiba-tiba menghantam sektor kendaraan listrik (EV) menjelang perayaan Natal tahun lalu. Berlin secara mendadak menghentikan skema subsidi mobil listrik yang dikenal sebagai "Umweltbonus" atau bonus lingkungan,

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:55 WIB

Tangerang LIVE Raih Anugerah Inovasi One Stop Service,Bukti Inovasi Layanan Publik Terus Berkembang

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:33 WIB

Polres Lebak Hadirkan Layanan Perpanjangan SIM Online

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:31 WIB

Disnaker Kota Tangerang Buka Pelatihan Desain Grafis dan Pencetakan Digital Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:35 WIB

Perkuat Pengawasan Pendidikan serta Layanan Untuk ABK , Disdik Luncurkan Dua Aplikasi.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:16 WIB

Pemkot Tangerang Pastikan Proses Verifikasi Pra SPMB 2026 Berjalan Lancar

Berita Terbaru