Bantenraya.co | TANGERANG
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) untuk pertama kalinya. Kegiatan bertaraf nasional ini akan berlangsung di Kota Tangerang pada 10–14 November 2025.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kota Tangerang, Iin Sholihin, menuturkan bahwa OMI merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang menggabungkan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta potensi pelajar madrasah di bidang sains dan riset.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global,” OMI 2025 diperkirakan akan diikuti sekitar 520 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Kami menyambut baik kepercayaan untuk menggelar olimpiade madrasah terbesar di Indonesia ini. Tidak hanya kompetisi sains dan riset, OMI 2025 juga dilengkapi kegiatan menarik seperti Expo Madrasah yang menampilkan karya inovatif pelajar madrasah dari seluruh Indonesia, mulai dari hasil riset, kewirausahaan, teknologi tepat guna, hingga seni dan budaya khas madrasah,” ujar Iin Sholihin, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan lintas sektoral guna memastikan kesuksesan pelaksanaan OMI 2025. Kemenag telah menunjuk dua lokasi utama kegiatan, yaitu Plaza Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang dan Asrama Grand El-Hajj Cipondoh.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Tangerang beserta seluruh pihak yang membantu. Nantinya, seluruh rangkaian OMI 2025 akan dilaksanakan di dua lokasi tersebut: Puspem Kota Tangerang untuk acara pembukaan, sedangkan Asrama Haji Cipondoh difungsikan untuk kompetisi utama hingga seremoni penghargaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kemenag berharap pelaksanaan OMI 2025 dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi besar dalam menumbuhkan minat masyarakat terhadap pendidikan madrasah di Indonesia, khususnya di Kota Tangerang.
“Kami berharap OMI 2025 dapat menarik antusias masyarakat dalam mendukung pendidikan madrasah, sekaligus melahirkan generasi muda dengan kualitas keagamaan, sains, dan riset yang unggul,” pungkasnya. (wil/dam)







