Persaudaraan Tani-Nelayan Keluhkan Ikan dan Pangan Mahal

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co| JAKARTA

Ketua Advokasi Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia (PETANI), Tunjung Budi Utomo, menyoroti semakin mahalnya harga kebutuhan pokok seperti beras, sayur, buah, daging, bahkan ikan.

Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara maritim dan agraris yang seharusnya mampu mencukupi pangan rakyatnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ironis, negara maritim dan agraris, tapi ikan susah didapat, beras, sayur, buah, dan daging harganya melambung tinggi,” ujar Tunjung dalam keterangannya, Kamis (21/08/2025).

Menurutnya, akar masalah ini bukan sekadar soal distribusi, melainkan dampak dari dominasi kelompok kapitalisme yang menggeser orientasi masyarakat produsen yakni petani, peternak, dan nelayan menjadi sekadar konsumen.

Baca Juga :  KPU Jaksel Terima 5.412.542 Lembar Surat Suara

“Kapitalisme mengubah tatanan sosial masyarakat. Yang dulunya kita kuat di sektor produksi pertanian, peternakan, dan perikanan, sekarang dipaksa hanya menjadi pasar konsumen,” tegasnya.

Lebih jauh, Tunjung mengkritik praktik penguasaan ruang hidup masyarakat pesisir yang semakin masif. Reklamasi pantai dan pembangunan hunian mewah, kata dia, menjadi cara kelompok kapital besar menguasai tanah daratan, pesisir, hingga laut.

“Cukup dengan menguasai tanah daratan, pesisir, pantai, dan laut melalui reklamasi lalu bangun hunian mewah, maka akses masyarakat terhadap sumber pangan tergerus habis. Nelayan kehilangan ruang tangkap, petani kehilangan lahan. Akibatnya, rakyat makin sulit menjangkau pangan murah dan sehat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kick Off Satgas Antihoax PWI: Langkah Bersama Menjaga Keberlangsungan Pemilu 2024

Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah korektif dengan memperkuat kembali kedaulatan pangan berbasis produksi rakyat, bukan kepentingan kapital.

“Jika tidak ada keberpihakan yang nyata, maka negara maritim dan agraris ini hanya tinggal slogan tanpa makna bagi rakyat kecil,” pungkas Tunjung. (*)

Penulis : rls

Editor : Mas

Berita Terkait

Dirgahayu ke-75 Kodam Jaya, Meneguhkan Kembali Jati Diri Prajurit Rakyat
Perang Narasi soal Bencana Jangan Tutupi Akar Masalah
Duta Mangrove Indonesia, Ajak Anak Muda Hadapi Krisis Lingkungan
FSPI: Proses Hukum Harus Terbuka, Jangan Ada yang Kebal Atas Insiden 28 Agustus
Hendry Ch Bangun Daftar Ketua PWI, Bawa 17 Dukungan dan Pesan Persatuan
Sekata Institute: Naikkan PBB Brutal, Kursi Kepala Daerah Bisa Amblas
Pantia Kongres PWI 2025 Sepakati Mekanisme Pemilihan Ketua Umum Baru
MPSI Nilai TNI Tangkap Bandar Narkoba Perlu Didukung
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:08 WIB

Dirgahayu ke-75 Kodam Jaya, Meneguhkan Kembali Jati Diri Prajurit Rakyat

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:28 WIB

Perang Narasi soal Bencana Jangan Tutupi Akar Masalah

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:40 WIB

Duta Mangrove Indonesia, Ajak Anak Muda Hadapi Krisis Lingkungan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:13 WIB

FSPI: Proses Hukum Harus Terbuka, Jangan Ada yang Kebal Atas Insiden 28 Agustus

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:46 WIB

Hendry Ch Bangun Daftar Ketua PWI, Bawa 17 Dukungan dan Pesan Persatuan

Berita Terbaru

Tangerang Raya

Ngabuburit Penuh Energi: Futsal Bareng Karang Taruna Pinang

Minggu, 8 Mar 2026 - 18:54 WIB

Tangerang Raya

BATARA Tangerang Raya Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagi Takjil

Sabtu, 7 Mar 2026 - 17:41 WIB

Tangerang Raya

Bayur Periuk Lebih Lancar: Pemkot Tangerang Selesaikan Perbaikan

Jumat, 6 Mar 2026 - 22:51 WIB