bantenraya.co | CILEGON
Permasalahan infrastruktur terus menjadi keluhan utama masyarakat Kota Cilegon, mencakup jalan rusak, drainase buruk, hingga jembatan yang membutuhkan perbaikan. Keluhan ini kembali mendominasi dalam Laporan Reses I DPRD Cilegon yang disampaikan dalam Rapat Paripurna, Senin (16/12).
Rapat yang hanya dihadiri oleh 21 dari 40 anggota DPRD tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak sekali yang mengeluhkan masalah jalan dan drainase, terutama karena saat ini musim hujan. Ada juga beberapa jembatan yang rusak, meski jumlahnya relatif kecil,” kata Wakil Ketua I DPRD Cilegon, Sokhidin, kepada wartawan seusai rapat.
Masa Reses I DPRD Cilegon pekan lalu memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah pemilihan (dapil) menyampaikan keluhan dan aspirasi kepada para wakil rakyat. Masalah infrastruktur disebut sebagai kebutuhan mendasar yang membutuhkan penanganan segera.
“Apa yang disampaikan masyarakat itu sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami di DPRD akan mengawal agar keluhan ini bisa diakomodasi oleh pihak eksekutif,” ujar Sokhidin.
Demi merealisasikan aspirasi tersebut, DPRD Cilegon berencana mendorong alokasi anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2025. Sokhidin menjelaskan, regulasi terkait ABT sedang dalam proses penyusunan dan diharapkan pembahasan dapat dimulai pada Maret 2025.
“ABT akan dimajukan khusus tahun 2025 karena pergantian kepemimpinan. Jika perbaikan jalan dan drainase ditunda hingga 2026, kerusakan bisa semakin parah,” tambahnya.
Dengan fokus pemerintah dan DPRD pada kebutuhan infrastruktur, masyarakat berharap perbaikan jalan, drainase, dan jembatan dapat segera terealisasi. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi persoalan banjir dan kerusakan jalan yang semakin menghambat aktivitas warga, terutama di musim hujan seperti saat ini.
Laporan Reses I menjadi salah satu langkah penting bagi DPRD Cilegon untuk memastikan aspirasi masyarakat terakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran di tahun mendatang. (rga/BN/ris)







