Bantenraya.co | TANGERANG
Rumah pilot ATR 400, Captain Andy Dahananto, di Perumahan PWS Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, tampak sepi pada Senin (19/1). Keluarga inti pilot nahas tersebut diketahui telah berangkat ke Makassar untuk proses tes DNA.
Pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport yang dikemudikan Captain Andy mengalami kecelakaan di Kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut melakukan penerbangan dengan rute Yogyakarta–Makassar pada Sabtu (17/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat aktivitas berarti di rumah bercat putih tersebut. Di dalam rumah, hanya tampak dua orang yang diketahui merupakan anak kedua dan ipar dari Captain Andy.
Sementara itu, istri dan anak pertama Captain Andy telah berangkat ke Makassar. Keberangkatan tersebut dilakukan untuk proses pencocokan DNA korban kecelakaan pesawat.
Di bagian depan rumah dengan pagar berwarna hitam, tampak terpasang tenda memanjang. Selain itu, terlihat satu karangan bunga ucapan duka cita dari Presiden Direktur Lion Group, Captain Daniel Putut.
Kondisi rumah pilot ATR 400 tersebut hingga kini masih lengang dan dijaga kerabat dekat.
Ketua RW Benarkan Captain Andy Warga Setempat
Ketua RW 03 Perumahan PWS Tigaraksa, Asep Syaiful, membenarkan bahwa Captain Andy merupakan warga setempat. Ia menyebut Captain Andy telah lama tinggal di Kavling Blok A1, RT 06 RW 03.
“Betul, Pak Andy merupakan warga kami yang sudah lama tinggal di RT 06 RW 03. Beliau mengalami musibah kecelakaan pesawat yang dikemudikannya di wilayah Makassar,” ujar Asep.
Menurut Asep, hingga saat ini pihak keluarga bersama warga sekitar masih menunggu perkembangan informasi terkait pencarian korban kecelakaan pesawat tersebut.
“Kami para warga juga masih menunggu kabar dari Makassar. Anak dan istrinya sudah berangkat untuk mengidentifikasi korban,” ungkapnya.
Tetangga Kenang Sosok Captain Andy
Sementara itu, Subandi, tetangga korban, mengaku memiliki kedekatan cukup baik dengan Captain Andy. Ia menilai Captain Andy sebagai sosok yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Beliau orangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Kalau ada lampu jalan mati, sering kali beliau ikut membantu biaya perbaikannya,” ucap Subandi.
Subandi mengenang Captain Andy sebagai pribadi yang memiliki jiwa sosial tinggi. Pilot senior tersebut kerap berjalan berkeliling kompleks untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kondisi fasilitas umum.
“Kalau Pak Andy sedang tidak terbang, biasanya beliau berkeliling melihat kondisi lingkungan. Kadang kami juga ngobrol cukup lama,” katanya.
Hingga saat ini, petugas evakuasi masih melanjutkan proses pencarian terhadap sejumlah korban kecelakaan pesawat di Kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Beb)







