CILEGON | Bantenraya.co
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Lebakgede, Cilegon, mengadakan simulasi kesiapsiagaan bencana dan gempa. Acara ini, didukung oleh pemerintah setempat dan PT Indo Raya Tenaga (IRT), bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanganan bencana.
Dengan skenario gempa dan tsunami, warga dilatih untuk merespons cepat dengan evakuasi ke tempat aman. Kegiatan ini mencerminkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan sektor swasta dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana alam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akhir pekan lalu, ratusan warga, termasuk siswa sekolah, berkumpul di Kelurahan Lebakgede, Cilegon, untuk mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana dan gempa. Acara yang diselenggarakan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan dan Kebencanaan BPBD Kota Cilegon, Fathurrohman, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Dukungan penuh dari pemerintah setempat dan sektor swasta, khususnya PT Indo Raya Tenaga (IRT), memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar.
Peran swasta sangat dibutuhkan dan harus bisa bersinergi dengan Pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat, kata Fathurrohman.
Simulasi dilaksanakan dengan skenario gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami di pesisir Lebakgede. Ketika bencana terdeteksi, alat sirine dan kentongan langsung berbunyi, memberikan sinyal kepada masyarakat untuk segera melakukan evakuasi.
Ketua Panitia Pelaksana, Nurbakti, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.
Miftahul Kamal, Lurah Lebakgede, menyatakan keyakinannya bahwa simulasi ini akan memberikan dampak positif, terutama dalam penyebaran pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana di kalangan masyarakat.
Salah satu warga, Darda Nela, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru dalam simulasi ini. Dia berencana untuk membagikan pengetahuannya kepada siswa dan orang tua di sekolah PAUD tempatnya mengajar.
PT Indo Raya Tenaga, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, menyatakan bahwa simulasi tanggap bencana sangat penting dilakukan. Mereka menyoroti antusiasme warga dalam mengikuti simulasi tersebut, mencerminkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di masyarakat.
Selain PT Indo Raya Tenaga, kegiatan simulasi ini juga melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah setempat, kepolisian, dinas kesehatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI), menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. (rga/FB/TR)







