bantenraya.co | TANGERANG
Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi kunci keberhasilan Pemilihan Bupati (Pilbup) Tangerang. Pemerintah daerah memiliki peran penting untuk menjaga serta melakukan pengawasan terhadap netralitas ASN.
“Netralitas ASN menjadi salah satu kunci keberhasilan PilkadaTangerang, sekaligus juga untuk menghindari konflik kepentingan,” ucap dr. Dedy Efendi., MARS, Koordinator Presedium KAHMI Kabupaten Tangerang, saat diskusi dengan kader HMI Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/07/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Yarsi Jakarta menjelaskan, pemda berperan penting dalam menciptakan netralitas ASN. Karena memiliki kewenangan, mulai dari penyusunan program hingga pengalokasian anggaran untuk melaksanakan berbagai kegiatan, baik untuk Pilbup ataupun bukan.
dr. Dedy mengatakan, ASN merupakan salah satu kekuatan signifikan yang dapat mempengaruhi proses Pilbup. Kekuatan ini jika dipraktikkan dalam konteks keberpihakan politik praktis dapat memecah belah kekuatan ASN itu sendiri.
Pada akhirnya akan mengaburkan orientasi ASN sebagai instrumen administrasi pelayanan publik yang ujungnya merugikan rakyat.
“ASN sebagai bagian dari birokrasi diharapkan tidak lagi menjadi alat kekuasaan, tetapi menjadi rolemodel bagi masyarakat. Sebenarnya political will dari negara untuk menjadikan ASN netral dalam poilitik dimaksudkan untuk menghindari adanya penyalahgunaan kekuasaan,” tegas dr. Dedy.
Menurutnya, ASN sering kali berada pada posisi dilematis saat pilkada. Kondisi tersebut disebabkan adanya potensi terjadinya intimidasi oleh birokrasi yang tidak netral terhadap dinamika politik elektoral lokal.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ASN terpaksa berpihak atau tidak netral, sebab mengambil posisi netral dapat dianggap sebagai sebuah ketidakpatuhan yang berakibat fatal bagi posisi mereka dalam struktur birokrasi.
Selain ASN, seyogyanya semua elemen penyelenggara serta masyarakat mampu menjaga netralitas dan integritas sehingga terwujud suasana yang kondusif dan Demokratis (*)
Penulis : mar
Editor : dwi teguh







