bantenraya.co | TANGERANG
Musala SMA Daarussalam Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, hari ini tidak seperti biasanya.
Siswa SMA Daarussalam Badak Anom, tampak serius mengikuti kegiatan praktik memandikan jenazah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi nyata dari Kurikulum Merdeka, bertujuan membekali siswa dengan keterampilan tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam.
Guru pembimbing SMA Daarussalam Badak Anom, Ahmad Saptani, S.Ag menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini agar siswa memiliki pemahaman tentang tata cara memandikan jenazah, yang merupakan salah satu fardhu kifayah dalam Islam.
“Memandikan jenazah itu bukan sekadar mengguyur air. Ada niat, ada urutan, ada adab yang harus dijaga. Semua ini kami ajarkan secara detail,” jelas Saptani.
Saptani menekankan, praktik ini tidak hanya tentang aspek teknis, tetapi juga spiritual dan sosial.
“Saat memandikan jenazah, kita sedang berhadapan dengan amanah terakhir dari almarhum. Ada penghormatan, ada doa, ada keikhlasan. Ini semua adalah bagian dari pendidikan karakter yang ingin kami tanamkan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMA Daarussalam Badak Anom, Drs. Tarmudi, S.Ag., M.M, turut hadir mengawasi jalannya kegiatan, menyatakan kebanggaannya terhadap antusiasme siswa.
“Kami melihat praktik memandikan jenazah ini sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang sangat relevan dan kontekstual. Di era digital ini, banyak hal yang bisa diakses melalui internet. Namun, untuk urusan ibadah dan sosial kemasyarakatan seperti ini, pengalaman langsung sangatlah penting,” ujar Tarmudi.
Ia menambahkan kurikulum di SMA Daarussalam Badak Anom, tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, serta pemahaman yang benar tentang syariat Islam sejak dini. Ini adalah bekal penting bagi mereka kelak ketika terjun di masyarakat,” tegasnya. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







