2.500 Warga Banten Dapat Bantuan Pasang Listrik Baru

Minggu, 1 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTUAN: Penyaluran bantuan pasang listrik baru yang menyasar warga Kelurahan Cipete, Kota Tangerang.

BANTUAN: Penyaluran bantuan pasang listrik baru yang menyasar warga Kelurahan Cipete, Kota Tangerang.

bantenraya.co | TANGERANG

Pada hari jadi Pertambangan dan Energi (HUT PE) yang ke-78, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) salurkan bantuan pasang baru listrik (BPBL) kepada 2.500 rumah tangga tidak mampu se Provinsi Banten.

Program tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Tahun Anggaran 2023 dengan aspirasi Komisi VII DPR RI, Zulfikar Hamonangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam peresmian dan penyalaan pertama program BPBL di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Banten, Kamis (28/9), Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Havidh Nazif mengatakan bahwa seremonial ini dilaksanakan bertepatan dengan hari jadinya HUT PE ke-78.

“Tanggal ini luar biasa bagi kami, tanggal 28 September ini merupakan hari jadi pertambangan dan energi, jadi hari ini hari ulang tahun ESDM, terima kasih Pak Zulfikar telah memilih tanggal ini”, kata Havidh.

Menurut Havidh, dari target 2.500 sambungan di Banten, pada tahun ini Kota Tangerang mendapat alokasi sebanyak 441 rumah tangga yang tersebar di 9 Kecamatan.

Havidh mengatakan, meski di perkotaan ternyata masih banyak rumah yang masih bergabung listrik dengan tetangganya. Padahal menurutnya, saat ini listrik merupakan hal yang dasar dalam kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Bahlil Bakal Daftar Caketum Partai Golkar

“Masih banyak yang nyantol ke tetangga, kadang ada yang diminta bayar tinggi, sekarang pakak token jadi bisa mengontrol penggunaaan listrik sendiri,” ujar Havidh.

Seperti diketahui, hingga bulan Juni tahun 2023, rasio elektrifikasi (RE) yang merupakan perbandingan jumlah rumah tangga yang berlistrik dengan total rumah tangga se-Indonesia telah mencapai 99,70 persen. Salah satu upaya pemerintah, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan membantu masyarakat memperoleh akses listrik adalah melalui program BPBL tersebut, selain perluasan jaringan melalui program listrik perdesaan.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VII DPR-RI, Zulfikar Hamonangan menyampaikan, Program BPBL diperjuangkan oleh Pemerintah untuk masyarakat.

“Ini merupakan program gratis, anggaran yang dikeluarkan dari APBN, kami Komisi VII DPR RI mendukung penuh dalam program ini,” kata Zulfikar

Lebih lanjut anggota Komisi VII DPR RI menyampaikan, bahwa masih terdapat 47 desa yang belum tersentuh dengan listrik dengan total rumah tangga lebih dari 1.2 juta.

“Akses yang sulit yang membuat pemerataan listrik menjadi terkendala, PLN harus mencari solusi terkait terkendala tersebut” tegas Zulfikar.

GM UID Banten PT PLN (Persero) Abdul Mukhlis , menyampaikan, bahwa Kementerian ESDM menugaskan PT PLN (Persero), untuk melaksanakan kegiatan pengadaan dan pemasangan BPBL. Pada wilayah Banten ditargetkan sebanyak 2500 rumah.

Baca Juga :  Dittipikor Bareskrim Polri Geledah Kementerian ESDM

“Sudah hampir 100 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah dan PLN optimis akan menyelesaikan target tersebut secepatnya” ujar Mukhlis.

Asisten Daerah 1 Kota Tangerang, Deni Koswara, menyampaikan keterkejutannya bahwa masih ada warganya di perkotaan yang masih belum memiliki listrik.

“Ternyata di wilayah kepadatan penduduk yang cukup tinggi masih ada yang belum mendapatkan listrik, hal ini dikarenakan masih menyalur dari tetangga. hal tersebut menjadi fokus dan data kami di kota Tangerang tentunya terkait ini,” ujar Deni.

Suci Lestari, salah satu warga penerima manfaat di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengucapkan rasa terima kasih atas bentuk perhatian pemerintah melalui listrik. wanita yang berprofesi sebagai pembuat sablon pakain ini bersyukur kini tidak lagi menyambung listrik dari tetangganya.

“Alhamdulillah, biasanya kami bayar listrik sebesar Rp350.000 sekarang perbulan kurang dari Rp100.000, ” ujar Suci.

Penerima manfaat BPBL lainnya Muanih, warga Kecamatan Pinang yang bekerja sebagai asisten rumah tangga mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah.

“Alhamdulillah saya sangat senang dan tentunya meringankan beban pengeluaran saya perbulannya” tutup Muanih. (*)

Penulis : dri

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Jaga-jaga! 5 Penyakit yang Sering Kambuh Saat Puasa dan Cara Mengatasinya menurut dokter RS Sari Asih Bintaro
Panen Raya Serentak Kemenimipas, Rutan Kelas IIB Serang Sumbang Puluhan Kilogram Lele dan Sayuran
Dinsos dan Satpol PP Monitoring Anjal dan Orang Terlantar
Sidak Gabungan Rutan Kelas IIB Serang Jelang Nataru 2026, Pastikan Keamanan Tetap Kondusif
Gubernur Banten Tekankan Perencanaan Pembangunan Presisi dan Tepat Sasaran
Gakkumdu Kabupaten Serang Raih Tiga Penghargaan Nasional Gakkumdu Award 2025
Konsinyering Penerapan Akad-akad Jual Beli Properti Skema Cicilan Langsung Syariah dalam Manajemen Rumahku Surgaku
Dugaan Korupsi Jual Beli Minyak Curah BUMD. Kuasa Hukum: Kerugian Negara Belum Ada
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:23 WIB

Jaga-jaga! 5 Penyakit yang Sering Kambuh Saat Puasa dan Cara Mengatasinya menurut dokter RS Sari Asih Bintaro

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:29 WIB

Panen Raya Serentak Kemenimipas, Rutan Kelas IIB Serang Sumbang Puluhan Kilogram Lele dan Sayuran

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:01 WIB

Dinsos dan Satpol PP Monitoring Anjal dan Orang Terlantar

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:40 WIB

Sidak Gabungan Rutan Kelas IIB Serang Jelang Nataru 2026, Pastikan Keamanan Tetap Kondusif

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:05 WIB

Gubernur Banten Tekankan Perencanaan Pembangunan Presisi dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Tangerang Raya

Wagub Dimyati Bantu Bedah Rumah Tiga Lansia di Karawaci

Kamis, 5 Mar 2026 - 12:37 WIB