33 Provider Internet Tak Berizin dan Tidak Berkontribusi ke PAD Bebas di Bumi Gemilang

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Maraknya keberadaan tiang dan kabel fiber optik yang semerawut di beberapa titik wilayah Kabupaten Tangerang tidak memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Bebas terpasang di bumi Tangerang gemilang.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 2 DPRD Kabupaten Tangerang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Tangerang dan Telkom di ruang rapat gabungan gedung DPRD, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari kami itu sipatnya hanya rekomendasi saja. Pemasangan kabel di jalan-jalan itu tidak berkontribusi pada PAD,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari.

Mayang mengungkapkan, berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 33 provider yang beroperasi di Kabupaten Tangerang. Namun, hingga kini belum ada regulasi khusus yang mengatur penataan jaringan tersebut, termasuk dari sisi perizinan dan retribusi.

Diakuinya, persoalan kabel fiber optik yang semrawut masih menjadi tantangan besar di wilayahnya. Saat ini, pihaknya tengah mencari solusi komprehensif untuk menata jaringan tersebut agar lebih rapi dan aman.

“Terkait fiber optik, kami sedang mencari solusi. Saat ini kami dari Kominfo sedang mendata permasalahan-permasalahan kabel yang menjuntai di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Baca Juga :  Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Tinjau Pengelolaan Maggot Pengurai Sampah di Pasar Saraswati Ciledug

Ke depan, lanjut Mayang, Diskominfo berencana menggandeng para provider, asosiasi, serta jasa telekomunikasi, termasuk APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi), untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara bersama-sama. Sekaligus membahas regulasi agar keberadaan tiang dan kabel fiber optik dapat berkontribusi ke PAD Kabupaten Tangerang.

“Regulasi memang belum ada. Tapi ke depan akan kami bahas bersama DPRD terkait penataan jaringan utilitas dan potensi PAD” katanya.

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Komisi 2, Hidayatullah mengatakan, keberadaan puluhan provider internet yang kini beroperasi di Kabupaten Tangerang perlu diiringi dengan penataan infrastruktur yang lebih rapi dan aman. Sebab, dari hasil temuan di lapangan, banyak kabel jaringan yang semrawut dikeluhkan masyarakat.

“Saat ini ada sekitar 33 provider yang beroperasi di Kabupaten Tangerang. Artinya masyarakat sudah menikmati layanan internet, tapi di sisi lain, kita melihat ekses yang ditimbulkan, seperti kabel yang semrawut, tentu berpotensi membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan jaringan internet. Oleh karena itu, DPRD meminta seluruh provider segera melakukan pemetaan wilayah yang memiliki permasalahan kabel.

Baca Juga :  Tiga Polisi Tangerang Dipecat, Terlibat Narkoba dan Penelantaran Keluarga

“Kita beri waktu satu bulan untuk mapping dari 29 kecamatan yang ada. Setelah itu kita beri waktu satu sampai dua bulan untuk mereka berbenah. Kita tidak mencari kambing hitam, tapi ingin menata Kabupaten Tangerang menjadi lebih rapi dan menuju Smart City,” katanya.

Selain penataan jangka pendek, kata dia, DPRD Kabupaten Tangerang juga mendorong penyusunan Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mengatur jaringan internet. Regulasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan kabel dan jaringan internet memiliki standar yang jelas dan terintegrasi serta dapat berkontribusi PAD.

Ke depan, DPRD juga mendorong sistem jaringan kabel bawah tanah atau underground menggunakan pipa HDPE berkapasitas besar yang dapat menampung banyak provider sekaligus. Dengan sistem tersebut, kondisi kabel semrawut di atas jalan dapat dihindari.

“Ke depan kita harus punya Perda. Dengan aturan itu semuanya bisa diatur dengan baik. Nantinya jaringan juga akan mulai turun ke bawah atau underground menggunakan pipa HDPE yang besar, sehingga bisa menampung banyak provider,” pungkasnya. (BEB)

Berita Terkait

Jembatan Kalibaru Retak, Warga Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Kemkomdigi Dalami Ketidaksesuaian Rating Game di Steam
Sekolah Baru untuk Generasi Muda, SMPN 26 Mulai Dibangun
Prestasi Membanggakan ,Perumdam Tirta Benteng Raih Penghargaan Bergengsi Top BUMD AWARD 2026.
Perumda Tirta Benteng Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Layanan Air Minum
Bupati Tangerang Raih Penghargaan Top BUMD Award 2026
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:36 WIB

Jembatan Kalibaru Retak, Warga Diminta Gunakan Jalur Alternatif

Rabu, 15 April 2026 - 15:29 WIB

Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal

Rabu, 15 April 2026 - 15:25 WIB

RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman

Rabu, 15 April 2026 - 15:19 WIB

Sekolah Baru untuk Generasi Muda, SMPN 26 Mulai Dibangun

Rabu, 15 April 2026 - 11:18 WIB

Prestasi Membanggakan ,Perumdam Tirta Benteng Raih Penghargaan Bergengsi Top BUMD AWARD 2026.

Berita Terbaru

Banten Raya

Kejari Lebak Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:40 WIB

headline

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:33 WIB

headline

Aktivis Nilai CSR Kota Tangerang Belum Maksimal

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:29 WIB