TANGERANG | Bantenraya.co
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting. Salah satu langkah signifikan adalah pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting selama bulan Juni di 1.097 posyandu yang tersebar di 104 kelurahan di Kota Tangerang.
Kegiatan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turun ke lapangan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) turut berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Tangerang. Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Jatmiko, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pendataan terhadap seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita di wilayah kerjanya untuk menjadi sasaran program ini.
“DP3AP2KB juga melakukan pendampingan terhadap seluruh calon pengantin serta memastikan kehadiran ibu hamil dan balita di posyandu. Kami turut memastikan ketersediaan pembiayaan untuk pelaksanaan intervensi serentak, termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan,” jelas Jatmiko, Kamis (6/6/24).
Jatmiko menekankan bahwa penanganan stunting di Kota Tangerang tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) atau DP3AP2KB saja.
“Dengan kolaborasi besar-besaran ini, harapannya akan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Terlebih, upaya-upaya pencegahannya pun semakin berjalan di masyarakat,” tambahnya.
Berikut adalah beberapa intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan oleh DP3AP2KB Kota Tangerang:
Pendataan dan Pendampingan Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi oleh TPK: Mendeteksi dan mendampingi ibu hamil yang berisiko tinggi untuk mencegah stunting sejak dini.
Audit Kasus Stunting pada Bayi dan Balita: Melakukan evaluasi mendalam terhadap kasus stunting yang terjadi untuk menemukan solusi yang tepat.
Edukasi bagi Keluarga dan Masyarakat: Memberikan informasi dan pendidikan kepada keluarga, remaja, ibu hamil, ibu bayi dan balita, serta ayah hingga masyarakat umum mengenai pencegahan stunting.
Bina Keluarga Balita (BKB): Program pendampingan untuk keluarga yang memiliki balita guna memastikan perkembangan anak yang optimal.
Kelas Parenting: Menyediakan kelas bagi orang tua untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pengasuhan anak yang baik.
P2WKSS: Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera yang fokus pada pemberdayaan wanita.
Akses Pelayanan Keluarga Berencana (KB): Memastikan akses yang luas dan mudah terhadap pelayanan KB.
Pendampingan Keluarga oleh TPK: Memberikan pendampingan terus menerus kepada keluarga dengan balita.
Pembuatan SK TPPS: Pembentukan Surat Keputusan Tim Percepatan Penurunan Stunting.
Rembuk Stunting: Forum diskusi bersama masyarakat untuk membahas isu-isu terkait stunting.
Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS): Mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya penurunan stunting.
Upaya ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kota Tangerang, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Pemkot Tangerang optimis bisa mencapai target penurunan stunting yang signifikan. (ali/TR)







