bantenraya.co | SERANG
Suasana di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang memanas, Rabu (10/7/2024), ketika puluhan mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap hilangnya data suara hasil pemilu legislatif.
Mahasiswa menuntut transparansi dan akuntabilitas dari KPU Kota Serang, yang dianggap gagal menjaga integritas pemilu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para demonstran menyerukan agar seluruh Komisioner KPU Kota Serang mundur dari jabatannya, mengingat kehilangan data suara C yang menurut mereka mengancam integritas proses demokrasi. Mereka menilai bahwa kepercayaan publik terhadap KPU kembali terguncang serius oleh kejadian ini.
Salah satu mahasiswa yang turut berorasi menyatakan, kehilangan data suara C bukan hanya masalah teknis, tetapi sebuah pelanggaran serius terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemilu.
“Ketidaktepatan waktu dalam penyelesaian perintah Mahkamah Konstitusi terkait penyandingan data suara,” tegasnya.
Data yang dirilis menunjukkan bahwa dari 239 titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Serang, sejumlah TPS seperti Kelurahan Trondol, Cimuncang, dan Kaligandu termasuk dalam daerah dengan masalah hilangnya data suara.
Hingga saat ini, KPU Kota Serang belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai kejadian ini, meskipun sudah melewati batas waktu yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Protes ini juga mencuatkan dugaan masyarakat tentang potensi kecurangan dalam Pemilu Legislatif 2024, semakin memperdalam keresahan di tengah masyarakat terhadap integritas penyelenggaraan pemilu.
Dengan tegas, mahasiswa menegaskan bahwa kinerja KPU Kota Serang dalam menangani masalah ini harus dipertanyakan secara serius, sementara mereka terus meminta mundurnya Ketua KPU Kota Serang sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kejadian ini. (hed/FB/ris)
Penulis : red
Editor : red







