bantenraya.co | JAKARTA
Kepala Staf Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia, Arwani Deni menyatakan dukungannya terhadap RUU TNI inisiasi DPR.
“RUU ini dianggap penting untuk penguatan peran TNI dalam menghadapi kompleksitas ancaman nasional yang semakin dinamis dan beragam”, kata Kepala Staf Menwa Indonesia, M. Arwani Deni dalam keterangan tertulisnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Arwani, konteks ancaman yang terus berkembang, Resimen Mahasiswa Indonesia menilai bahwa perlunya integrasi antara operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP), seperti yang tercantum dalam Pasal 7 ayat 2 dan 3 RUU TNI, merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan.
“Amandemen Pasal ini memungkinkan TNI untuk lebih fleksibel dan adaptif dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari luar negeri maupun dalam negeri. Sehingga misi TNI secara rutinitas tidak terhambat dalam persoalan persetujuan politik negara, kecuali pada pernyataan perang yang memang diperlukan persetujuan dari politik negara,” jelasnya.
Menwa menilai, salah satu poin penting yang juga didukung penghapusan larangan berbisnis bagi TNI yang diatur dalam Pasal 39 huruf c.
“Kami berpendapat bahwa langkah ini akan memberikan ruang bagi TNI untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, melalui kegiatan ekonomi yang tidak mengganggu tugas pokok dan fungsi TNI sebagai penjaga kedaulatan negara,” tukasnya.
Selain itu, penguatan fungsi penyidik aparat TNI juga menjadi salah satu aspek yang perlu jadi pembahasan dalam RUU ini.
“Sebab misalnya ada gangguan kedaulatan di yuridiksi udara dan laut kita ataupun masalah perbatasan, jika ada pelanggaran prajurit TNI semestinya bisa berfungsi sebagai penyidik, sehingga penanganan kasusnya akan lebih berperan lebih dalam, apalagi UU 34 Tahun 2004 sudah mengatur fungsi penegakan hukum hanya belum ada pengaturan dalam norma lainnya,” ungkap Arwani.
Berbagai kajian internal Menwa, dengan adanya penguatan tersebut, diharapkan TNI dapat lebih efektif dalam mendeteksi dan mencegah berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan nasional.
“Dari kajian internal, bahwa upaya ini sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat sistem pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik yang kompleks,” jelas Arwani.
Dukungan penuh dari Resimen Mahasiswa Indonesia terhadap RUU TNI ini, didasarkan pada keyakinan bahwa penguatan peran TNI tidak hanya penting bagi keamanan nasional. Tetapi juga bagi kesejahteraan dan stabilitas pembangunan nasional.
“Harapannya bahwa dengan disahkannya RUU ini, memuat hal substantif dalam pasalnya. TNI akan semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai garda terdepan pertahanan negara,” tutup Arwani. (*)
Penulis : mar
Editor : chan







