bantenraya.co | KARAWANG
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek, menggelar pelatihan budidaya bayam bagi kelompok wanita tani di Desa Pasirtanjung, Karawang, belum lama ini.
Pada acara ini, peserta diberikan materi tentang budidaya bayam secara organik dan praktik pembuatan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR), yang berfungsi memicu pertumbuhan tanaman, melindungi dari patogen, memperbaiki struktur tanah, serta mengikat logam berat, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senior Supervisor HSSE & Fleet Safety Fuel Terminal Cikampek Arizky Rachmad Sudewo menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi pada masyarakat, terumata kaum perempuan dalam meningkatkan keterampilan dalam budidaya tanaman dan pada saat yang sama meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Arizky menambahkan, kegiatan ini bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, terutama dalam hal ketahanan pangan rumah tangga.
“Kami berharap pelatihan ini akan memberikan dampak yang signifikan pada ketahanan pangan dan tata perekonomian masyarakat di Kabupaten Karawang, khususnya di Desa Pasirtanjung,” tambahnya.
Selain pelatihan budidaya bayam, acara ini juga sekaligus meresmikan usaha air Reverse Osmosis (RO) yang selaras dengan PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat) dan Program DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Al-Mujahidin.
Sebanyak 10 persen dari hasil usaha air RO akan disalurkan untuk kegiatan sosial di Desa Pasirtanjung. Pertamina dengan keterlibatannya dalam peresmian usaha air RO memfasilitasi inisiatif penyediaan air bersih sebagai wujud komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan pengembangan komunitas dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan air kotor.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan, Desa Pasirtanjung diharapkan dapat menjadi contoh kampung bayam yang sukses dalam budidaya sayuran.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Pemerintah Desa, UPTD Pertanian dan Kelompok Wanita Tani. Dengan adanya pelatihan ini, Pertamina berharap dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan desa,” tutup Eko. (*)
Penulis : nas
Editor : chan







