bantenraya.co | CILEGON
Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon pada Kamis (9/1) dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di dua kecamatan, yakni Cibeber dan Cilegon. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, enam titik terdampak banjir, di antaranya Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Perumahan Griya Praja Mandiri Blok G dan H, Jerang Barat, Perumahan Islamic Village Kali Kalong, Lingkungan Kalang Anyar, Kelurahan Kedaleman, dan Perumahan Rakata.
“Air sungai meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi di bagian hulu. Petugas kami masih berada di lapangan untuk evakuasi dan pendataan,” ujar Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi. Hingga berita ini diturunkan, pendataan masih berlangsung.
Namun, banjir yang melanda wilayah tersebut diduga tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh infrastruktur drainase yang belum optimal. Anggota Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Novia Achirian, menyebut pekerjaan drainase yang baru dilakukan tidak mampu menampung volume air hujan yang mengalir dari wilayah lebih tinggi.
“Gorong-gorong yang dipasang hanya separuh dari kebutuhan. Debit air hujan dari wilayah atas, seperti Kelelet, mengalir ke kawasan kami yang lebih rendah. Akibatnya, air meluap dan merendam rumah warga di RW 04 dan RW 06,” kata Novia.
Genangan air setinggi 25 sentimeter dilaporkan masuk ke rumah warga sekitar pukul 04.25 WIB. Banjir ini membawa lumpur ke dalam rumah warga, meskipun tidak menyebabkan kerusakan signifikan pada barang-barang.
Novia juga mengkritik proyek peningkatan infrastruktur jalan dan drainase yang dinilainya dikerjakan tanpa kajian teknis yang matang. “Ini proyek asal-asalan. Jalan memang dibeton, tetapi drainase tidak selesai dengan baik. Akibatnya, warga harus menghadapi banjir seperti ini,” tambahnya dengan nada kesal.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengevaluasi infrastruktur lingkungan dan memastikan proyek drainase dirampungkan dengan kualitas yang memadai agar banjir serupa tidak terulang. (rga/BN/ris)








