Guru Honorer di Cilegon Tuntut Hak Banyak yang Terjerat Utang dan Pinjaman Online

Kamis, 23 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | CILEGON

Sejumlah guru honorer di Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Cilegon untuk menuntut pembayaran honor mereka yang belum diterima sejak Oktober hingga Desember 2024. Akibat keterlambatan ini, banyak guru yang terpaksa berutang, bahkan hingga memanfaatkan pinjaman online (pinjol), dengan beberapa kasus mencapai nominal Rp5 juta.

Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Honorer (FKGTH) Kota Cilegon, Somy Wirardi, mengungkapkan kondisi sulit yang dialami para guru honorer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keluhan hampir semua guru itu sama. Mereka harus pinjam uang untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang belum bisa membayar listrik. Beberapa terpaksa menggunakan pinjol,” ujar Somy saat aksi berlangsung, Rabu (22/01/2025).

Baca Juga :  Dishub Lebak Terapkan Sanksi Tegas Untuk Kendaraan Parkir Sembarangan Mulai 2025

Somy menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran honor ini sangat mengecewakan, terutama karena anggaran telah ditetapkan setiap tahunnya melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) sejak 2021.
“Alasan yang kami dengar adalah defisit anggaran. Padahal, anggaran untuk honor guru honorer sudah diketuk palu setiap tahunnya. Ada Perda yang mengatur pembayaran honor ini,” tegasnya.

Menurut Perda yang berlaku, guru dengan masa kerja 10 tahun ke atas seharusnya menerima honor Rp1 juta per bulan, sementara yang bekerja kurang dari 10 tahun mendapat Rp675 ribu per bulan. Namun, hak tersebut hingga kini belum diberikan.

Somy menyatakan bahwa aksi sebelumnya tidak membuahkan hasil. Sebagai langkah lanjutan, FKGTH berencana melayangkan surat somasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Cilegon untuk mengusut tuntas permasalahan ini.

Baca Juga :  Sungai Cisadane Siap Jadi Destinasi Wisata, Kemenpar Dorong Kolaborasi

“Kami akan berjalan kaki ke Kejari dan Polres untuk menyerahkan surat somasi. Kami meminta agar eksekutif Kota Cilegon diaudit untuk mengetahui di mana sebenarnya anggaran tersebut berada,” ujar Somy.

Para guru berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan melunasi honor mereka. “Kami hanya ingin keadilan. Ini bukan soal kemewahan, tetapi hak kami untuk hidup layak,” tutupnya.

Aksi ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota Cilegon akan pentingnya menghargai peran tenaga pendidik yang telah berjasa dalam membangun sumber daya manusia di kota tersebut. (rga/BN/ris)

Berita Terkait

Polisi Sita Ratusan Butir Obat Keras di Malingping
Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Dukung Evaluasi Bendungan Polor
Pengerukan Situ Bulakan Ditarget Rampung 20 Hari
Polsek Karawaci Ringkus Pelaku Curat Spesialis Rumah
Sigap! Bantuan Makanan Langsung Tiba untuk Warga Banjir Cipondoh
Tawuran Maut di Sukadiri, 14 Pelajar Ditangkap
BPBD Tangerang Sigap Padamkan Api, Bantuan untuk Korban Disiapkan
Gerak Cepat! Pemkot Tangerang Bantu Korban Kebakaran Asrama Polri Ciledug
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:38 WIB

Polisi Sita Ratusan Butir Obat Keras di Malingping

Senin, 18 Mei 2026 - 14:44 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Dukung Evaluasi Bendungan Polor

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:38 WIB

Pengerukan Situ Bulakan Ditarget Rampung 20 Hari

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:29 WIB

Polsek Karawaci Ringkus Pelaku Curat Spesialis Rumah

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:08 WIB

Sigap! Bantuan Makanan Langsung Tiba untuk Warga Banjir Cipondoh

Berita Terbaru