Indonesia Gandeng Arabio untuk Perluas Distribusi Vaksin ke Timur Tengah

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | BANDUNG

Indonesia terus memperkuat posisinya di sektor farmasi global dengan memperluas distribusi vaksin ke Timur Tengah melalui kerja sama strategis. Langkah konkret dalam inisiatif ini diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara PT Biofarma dan Arabio, perusahaan farmasi terkemuka asal Arab Saudi.

Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Andalusi, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi vaksin di kawasan Timur Tengah. MoU tersebut ditandatangani dalam rangkaian kunjungan Kementerian Kesehatan Arab Saudi ke Indonesia guna mempererat hubungan bilateral dengan PT Biofarma.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai salah satu produsen vaksin terbesar di Indonesia, PT Biofarma telah mendistribusikan produknya ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia. Dengan adanya kemitraan ini, PT Biofarma diharapkan dapat memperluas cakupan distribusi dengan membangun fasilitas produksi vaksin di Arab Saudi. Kehadiran fasilitas ini akan menjadi pusat suplai vaksin bagi negara-negara di Timur Tengah dan sekitarnya.

Baca Juga :  Terjadi di Sekolah Internasional di Tangsel

Dukungan Global dalam Pemberantasan Polio

Selain memperluas distribusi vaksin, kerja sama ini juga berkontribusi pada upaya global dalam pemberantasan polio. Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini meluncurkan program pendanaan untuk mendukung inisiatif PBB dalam eradikasi polio. Dalam program ini, Biofarma diharapkan dapat menjadi pemasok utama vaksin polio guna mendukung pencapaian target kesehatan dunia.

Direktur Utama PT Biofarma, Shadiq Akasya, menyampaikan optimisme atas kemitraan ini.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memperluas distribusi vaksin kami, tetapi juga membawa manfaat lebih luas bagi kesehatan masyarakat global,” ujar Shadiq.

Transfer Teknologi dan Kolaborasi Pendidikan

Kerja sama antara PT Biofarma dan Arabio tidak hanya terbatas pada distribusi vaksin, tetapi juga mencakup transfer teknologi dalam produksi vaksin anak serta produk farmasi lainnya. Proses transfer teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi vaksin dan mempercepat distribusinya ke berbagai negara.

Sebagai bagian dari kunjungan ke Indonesia, rombongan Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga meninjau Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bandung, terutama Laboratorium OSCE Keperawatan. OSCE (Objective Structured Clinical Examination) merupakan metode ujian klinis yang digunakan untuk menguji keterampilan mahasiswa keperawatan dalam berbagai prosedur medis.

Baca Juga :  Pastikan 30 Persen Nakes RSUD Labuan Berasal dari Masyarakat Lokal

Selain itu, Poltekkes Bandung juga memperkenalkan program pendidikan internasionalnya yang mencakup kelas bahasa Arab, Jepang, dan Jerman. Program ini menjadi bagian dari inisiatif untuk mempererat kerja sama dalam bidang pendidikan keperawatan dan kesehatan dengan negara-negara di Timur Tengah.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menunjukkan ketertarikannya terhadap potensi kolaborasi lebih lanjut dalam sektor pendidikan kesehatan, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas tenaga medis di kawasan tersebut. Kedua negara berkomitmen untuk terus mempererat kerja sama dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui 1500-567, SMS 081281562620, atau email kontak@kemkes.go.id. (net)

Berita Terkait

Tak Sekadar Program, BUGAR MOVEMENT Jadi Budaya Baru Pegawai Dinkes Tangerang
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN
RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman
Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN
Pemkot Tangerang Perkuat Standar Kesehatan Ibu dan Anak dengan Kolaborasi Strategis
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:15 WIB

Tak Sekadar Program, BUGAR MOVEMENT Jadi Budaya Baru Pegawai Dinkes Tangerang

Kamis, 16 April 2026 - 13:17 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Rabu, 15 April 2026 - 15:33 WIB

Gubernur Banten Setuju Larangan Vape Usulan BNN

Rabu, 15 April 2026 - 15:25 WIB

RSUD Tigaraksa Kembali Gelar Donor Darah Jaga Stok Tetap Aman

Jumat, 10 April 2026 - 11:26 WIB

Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB