Bantenraya.co | TANGERANG
Kemacetan parah seolah menjadi “pemandangan wajib” setiap hari bagi pengguna jalan di ruas Gatot Subroto, Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Kondisi tersebut diduga kuat dipicu oleh bekas galian PDAM yang tak kunjung diperbaiki sejak tahun lalu, hingga kini menyisakan lubang besar di badan jalan.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku resah. Mereka menuturkan bahwa bekas galian milik PDAM Tirta Benteng itu bukan hanya menyebabkan kemacetan akut, tetapi juga telah berulang kali memicu kecelakaan lalu lintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang pengendara, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa lubang tersebut kerap memakan korban terutama saat malam hari. “Sudah berkali-kali orang jatuh. Kalau truk lewat juga sering tersangkut atau oleng,” kan beberapa saat lalu juga ada Pengandara motor yg Terperosok kedalam lobang galian tersebut ujar nya .
Diberitakan oleh salah satu media daring, Tangerangviva.co.id, sebuah truk kontainer bermuatan kedelai dilaporkan terperosok ke dalam lubang bekas galian yang dibiarkan terbuka berbulan-bulan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 20 November 2025, di Jalan Raya Gatot Subroto, Jatake. Insiden tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh hingga beberapa jam.
Tentunya ini sangat merugikan para pengendara yg setiap hari lewat di jalan tersebut .
Keluhan masyarakat terkait galian yang tak kunjung ditangani sebenarnya bukan hal baru. Warga mengaku telah berulang kali membuat laporan ke berbagai pihak terkait
“Sudah sering kami lapor, tapi tidak ada tindak lanjut nyata. Jalan makin rusak, macet makin parah,” kata salah satu tokoh warga Jatake.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Tirta Benteng belum memberikan keterangan resmi. terkait alasan keterlambatan perbaikan dan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengatasi keluhan masyarakat ,Syarif selaku Humas Perumdam Tirta Benteng Kota Tangerang Belum menjawab saat dihubungi oleh wartawan melalui pesan Whasup.
Sebagai lembaga publik yang memegang peranan penting dalam pelayanan dasar, PDAM Tirta Benteng diharapkan dapat segera mengambil tindakan konkret. Perbaikan jalan pasca-galian bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan publik.
Masyarakat pun menunggu itikad baik dan kehadiran nyata dari pihak PDAM maupun pemerintah daerah untuk memastikan kondisi jalan kembali layak dan tidak lagi menjadi ancaman bagi pengendara dikemudian hari . ( Wil)







