Menteri Airlangga: Insentif Otomotif Belum Ada Keputusan Tahun Depan

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | TANGERANG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan belum ada keputusan terkait pemberian insentif untuk industri otomotif pada tahun depan.

Menurut Airlangga, industri otomotif di Indonesia saat ini dianggap cukup kuat, ditunjang keberadaan sejumlah pameran otomotif baik berskala nasional maupun internasional. “Karena industrinya sudah cukup kuat. Apalagi sudah ada pameran di sini. Kuat banget,” ujarnya baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Airlangga menambahkan bahwa rencana pemberian insentif masih dalam kajian, namun belum ada keputusan final.

Namun, data menunjukkan kondisi industri otomotif saat ini mengalami tekanan. Penjualan mobil secara wholesales (dari pabrik ke dealer) Januari–Oktober 2025 tercatat sebanyak 634.844 unit, turun 10,6 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 711.064 unit. Sedangkan penjualan secara retail (dari dealer ke konsumen) tercatat 660.659 unit, turun 9,6 persen dari 731.113 unit pada 2024, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Baca Juga :  Tips Merawat Mobil Listrik, Apa Saja yang Harus Diperhatikan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan, kuat-tidaknya industri otomotif sebaiknya diukur berdasarkan data penjualan dan produksi, bukan jumlah pameran. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan, banyaknya pameran justru merupakan upaya industri untuk mempertahankan permintaan domestik dan melindungi pekerja dari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga :  Marco Bezzechi Berpeluang Tampil di Mandalika

Data Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menunjukkan produksi kendaraan juga menurun menjadi 957.293 unit pada 2025, dibandingkan 996.741 unit pada 2024. Penurunan paling signifikan terjadi pada segmen kendaraan entry (harga di bawah Rp 200 juta) hingga 40 persen, segmen low (Rp 200–400 juta) turun 36 persen, dan kendaraan komersial turun 23 persen. Segmen-segmen ini selama ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional serta menyasar konsumen domestik, terutama kelas menengah.

Kemenperin menegaskan, insentif otomotif menjadi instrumen krusial untuk memulihkan pasar kendaraan bermotor sekaligus menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional.(Wil)

Berita Terkait

Industri Otomotif Tiongkok Luncurkan Inisiatif Peningkatan Standar Lampu Cerdas NEV
Andra Soni: Pameran Otomotif Bisa Dongkrak PAD Banten
Toyota Hybrid: Solusi Cerdas untuk Mobilitas Modern
Pemkot Tangerang Buka Pelatihan Tune Up Sepeda Motor Gratis
Tesla Siap Luncurkan Robotaxi Tanpa Pengemudi, Baru Uji Coba Beberapa Hari
Kerja Sama Transportasi: Menhub dan Mendag Prancis Sepakati Kemitraan
Pemutihan Pajak Kendaraan Dorong Pemulihan Industri Otomotif di Banten
Strategi Mudik Lebaran 2025 dengan Mobil Listrik, Pengguna EV Wajib Kelola Perjalanan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 13:43 WIB

Industri Otomotif Tiongkok Luncurkan Inisiatif Peningkatan Standar Lampu Cerdas NEV

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:35 WIB

Menteri Airlangga: Insentif Otomotif Belum Ada Keputusan Tahun Depan

Senin, 13 Oktober 2025 - 11:24 WIB

Andra Soni: Pameran Otomotif Bisa Dongkrak PAD Banten

Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:09 WIB

Toyota Hybrid: Solusi Cerdas untuk Mobilitas Modern

Jumat, 13 Juni 2025 - 15:37 WIB

Pemkot Tangerang Buka Pelatihan Tune Up Sepeda Motor Gratis

Berita Terbaru

headline

Tak Sekadar Ganggu Rumah, Tikus Bisa Bawa Ancaman Hantavirus

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:06 WIB

headline

Pemkot Tangerang Dampingi LPK Agar Siap Hasilkan SDM Kompeten

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:50 WIB