Bantenraya.co | TANGERANG
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan belum ada keputusan terkait pemberian insentif untuk industri otomotif pada tahun depan.
Menurut Airlangga, industri otomotif di Indonesia saat ini dianggap cukup kuat, ditunjang keberadaan sejumlah pameran otomotif baik berskala nasional maupun internasional. “Karena industrinya sudah cukup kuat. Apalagi sudah ada pameran di sini. Kuat banget,” ujarnya baru-baru ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Airlangga menambahkan bahwa rencana pemberian insentif masih dalam kajian, namun belum ada keputusan final.
Namun, data menunjukkan kondisi industri otomotif saat ini mengalami tekanan. Penjualan mobil secara wholesales (dari pabrik ke dealer) Januari–Oktober 2025 tercatat sebanyak 634.844 unit, turun 10,6 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 711.064 unit. Sedangkan penjualan secara retail (dari dealer ke konsumen) tercatat 660.659 unit, turun 9,6 persen dari 731.113 unit pada 2024, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan, kuat-tidaknya industri otomotif sebaiknya diukur berdasarkan data penjualan dan produksi, bukan jumlah pameran. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan, banyaknya pameran justru merupakan upaya industri untuk mempertahankan permintaan domestik dan melindungi pekerja dari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Data Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menunjukkan produksi kendaraan juga menurun menjadi 957.293 unit pada 2025, dibandingkan 996.741 unit pada 2024. Penurunan paling signifikan terjadi pada segmen kendaraan entry (harga di bawah Rp 200 juta) hingga 40 persen, segmen low (Rp 200–400 juta) turun 36 persen, dan kendaraan komersial turun 23 persen. Segmen-segmen ini selama ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional serta menyasar konsumen domestik, terutama kelas menengah.
Kemenperin menegaskan, insentif otomotif menjadi instrumen krusial untuk memulihkan pasar kendaraan bermotor sekaligus menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional.(Wil)







