Banjir Lebak Rendam 530 Rumah, Tiga Warga Meninggal

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | LEBAK

Sebanyak 530 rumah di Kabupaten Lebak, Banten, terendam banjir akibat bencana alam yang terjadi selama periode Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Selain itu, tercatat 29 titik infrastruktur mengalami kerusakan dan tiga orang meninggal dunia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan bencana tersebut terjadi di 22 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Meski demikian, kondisi banjir di sebagian besar wilayah kini dilaporkan telah berangsur surut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 530 rumah sempat terendam banjir. Untuk rumah yang mengalami kerusakan, baik kategori berat, sedang, maupun ringan, tercatat sekitar 155 unit. Selain itu, terdapat 29 titik infrastruktur yang mengalami kerusakan,” kata Sukanta di Rangkasbitung, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga :  Lapor Tambang Ilegal Tak Digubris, Malah Dijerat Hukum

Menurutnya, bencana alam tersebut juga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Sementara itu, estimasi kerugian akibat kerusakan infrastruktur mencapai sekitar Rp23 miliar, sedangkan kerugian rumah warga diperkirakan sekitar Rp700 juta.

Sukanta menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kebencanaan. BPBD bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak untuk menangani longsoran tanah di Kecamatan Cilograng dan Cibeber yang menutupi ruas jalan penghubung menuju Sukabumi, Jawa Barat.

“Kami juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengantisipasi banjir, salah satunya dengan pembangunan saluran pembuangan air di bawah jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Intan Siap Nahkodai Golkar Tangerang

Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mempercepat penanganan dampak bencana dan meminimalkan risiko lanjutan.

Sukanta juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Februari 2026.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu waspada. Jika terjadi hujan sangat lebat disertai angin kencang, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari korban jiwa,” kata Sukanta. (jat/dam)

Berita Terkait

Selama Mudik Lebaran Tol Rangkasbitung–Cileles Gratis
Pemerataan Layanan Kesehatan di Wilayah 3T, MA Apresiasi Gubernur
Pemkab Lebak Siapkan Program Prioritas Pembangunan 2027
Dishub Lebak Turunkan 30 Personel di Operasi Ketupat Maung 2026
Pergeseran Tanah Ancam Permukiman di Bayah
Pemkab Lebak Optimalkan IB untuk Tingkatkan Populasi Ternak
BPBD Lebak Buka Posko Siaga Kebencanaan Ramadhan dan Lebaran
36 Personel Damkar Lebak Disiagakan 24 Jam di Enam Posko
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:54 WIB

Selama Mudik Lebaran Tol Rangkasbitung–Cileles Gratis

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:09 WIB

Pemerataan Layanan Kesehatan di Wilayah 3T, MA Apresiasi Gubernur

Senin, 9 Maret 2026 - 12:57 WIB

Pemkab Lebak Siapkan Program Prioritas Pembangunan 2027

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:26 WIB

Dishub Lebak Turunkan 30 Personel di Operasi Ketupat Maung 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:10 WIB

Pergeseran Tanah Ancam Permukiman di Bayah

Berita Terbaru

Lebak

Selama Mudik Lebaran Tol Rangkasbitung–Cileles Gratis

Jumat, 13 Mar 2026 - 11:54 WIB