Bantenraya.co | LEBAK
Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong peningkatan populasi ternak melalui program inseminasi buatan (IB) sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada daging merah dan susu nasional. Program tersebut dilaksanakan secara intensif oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak dengan melibatkan petugas lapangan di seluruh kecamatan.
Kepala Bidang Produksi Disnakeswan Lebak, Irvan Pramerta, mengatakan optimalisasi inseminasi buatan menjadi strategi utama dalam meningkatkan populasi ternak masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menginstruksikan kepada petugas IB agar mengoptimalkan pelaksanaan inseminasi buatan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak dari keturunan anak,” ujar Irvan, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, percepatan pertumbuhan populasi ternak penting untuk memenuhi kebutuhan daging dan susu, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ia menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan, khususnya komoditas daging merah dan susu.
Irvan menyebut kebijakan itu selaras dengan Asta Cita yang diusung Presiden dalam penguatan sektor pangan dan peternakan. Selain inseminasi buatan, Disnakeswan juga melaksanakan program penyuntikan birahi terhadap ternak milik peternak rakyat di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.
Penyuntikan birahi dilakukan untuk mempercepat siklus reproduksi ternak sehingga proses inseminasi dapat berjalan lebih efektif.
“Setelah penyuntikan birahi, inseminasi dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu pekan guna mempercepat proses reproduksi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, petugas IB secara rutin melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap ternak yang telah diinseminasi guna memastikan tingkat keberhasilan kebuntingan. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah populasi, tetapi juga peningkatan kualitas genetik ternak milik peternak rakyat.
Irvan menyatakan optimistis, apabila program swasembada daging merah dan susu dapat terwujud, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan peternak.
“Kami meyakini jika program swasembada daging merah dan susu terwujud, maka ekonomi masyarakat akan semakin sejahtera,” pungkasnya. (eem/dam)







