Dinkes Imbau Warga Kota Tangerang Segera Periksa ke Faskes Jika Alami Gejala Campak

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | TANGERANG

Kota Tangerang mengalami peningkatan kasus campak sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Tren kenaikan tersebut terpantau cukup signifikan dan masih bersifat fluktuatif setiap minggunya, dengan jumlah kasus mencapai ratusan setiap bulannya.

”Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, saat ditemui di Puspem Kota Tangerang, Rabu (4/3/26).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, faktor penyebab meningkatnya kasus campak diduga berkaitan dengan beberapa hal, antara lain kelengkapan dan pemerataan imunisasi campak, kondisi cuaca, serta tingginya potensi penularan virus campak yang menyebar melalui droplet batuk dan pilek.

Baca Juga :  Dinkes Kota Tangerang Selenggarakan Workshop Kelurahan Siaga TBC

”Satu kasus yang tidak segera tertangani berpotensi menimbulkan penularan ke lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga yang mengalami gejala demam tinggi disertai batuk, pilek, dan munculnya ruam atau bercak kemerahan di kulit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri apabila terdapat anggota keluarga yang terindikasi campak.

”Anak-anak yang mengalami gejala tersebut diimbau tidak berangkat ke sekolah guna mencegah penularan lebih luas. Penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan bersin,” imbaunya.

Baca Juga :  Komdogi Resmi Berlakukan UU Perlindungan Anak Digital per 28 Maret 2026

Dalam upaya pengendalian, Pemkot Tangerang telah mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk memastikan setiap kasus dapat segera terlaporkan oleh fasilitas kesehatan.

”Sistem ini mempermudah pemantauan perkembangan kasus sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” jelas dr. Dini.

Meski terdapat laporan kasus dengan komplikasi, masyarakat diimbau tidak panik namun tetap waspada. Komplikasi campak dapat berdampak pada saluran pernapasan seperti pneumonia apabila tidak ditangani dengan baik.(Wil)

Berita Terkait

Finalis Lagi, Tangerang Siap Buktikan yang Terbaik di Banten
Sehat dan Berintegritas, CKG Jadi Bekal Pegawai Kejari Tangerang
Jangan Sepelekan! Serangan Jantung Kini Rawan Mengintai Usia Muda
PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama
TK Durrotul Hikmah Ajak Siswa Kenal Pertanian Lewat Panen Raya
Demi Sungai Lebih Sehat, 50 Botol Ekoenzim Dituangkan di Pakujaya
Cek Kesehatan Gratis! Hari Posyandu Nasional Jadi Momentum Warga Tangerang
Cegah Banjir dari Hulu, Satgas Karawaci Bergerak Bersihkan Saluran Air
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:32 WIB

Finalis Lagi, Tangerang Siap Buktikan yang Terbaik di Banten

Senin, 4 Mei 2026 - 15:36 WIB

Sehat dan Berintegritas, CKG Jadi Bekal Pegawai Kejari Tangerang

Senin, 4 Mei 2026 - 12:56 WIB

Jangan Sepelekan! Serangan Jantung Kini Rawan Mengintai Usia Muda

Kamis, 30 April 2026 - 16:17 WIB

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

TK Durrotul Hikmah Ajak Siswa Kenal Pertanian Lewat Panen Raya

Berita Terbaru

headline

Siaga Sebelum Terjadi, Damkar Latih Pegawai Hadapi Kebakaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:14 WIB