Bantenraya.co | TANGSEL
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan merilis hasil pemantauan kondisi lingkungan pasca kebakaran gudang bahan kimia di kawasan Taman Tekno, BSD, Kecamatan Setu.
Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengujian mencakup beberapa parameter, antara lain kualitas air permukaan, udara ambien, serta tingkat kebauan di sekitar lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dampak paling terlihat terjadi pada kualitas air Sungai Jaletreng. Pada pengambilan sampel awal, sejumlah parameter seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) tercatat melebihi baku mutu, disertai kondisi pH yang cenderung asam.
Menurut DLH, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh aliran air pemadaman kebakaran yang membawa residu bahan kimia ke badan sungai. Meski demikian, perubahan kualitas air dinilai bersifat sementara dan terjadi pada fase awal pascakejadian.
Pemantauan lanjutan menunjukkan adanya perbaikan kualitas air secara bertahap. Penurunan kadar pencemar terjadi seiring proses pengenceran alami sepanjang aliran sungai menuju wilayah hilir.
Sebagai langkah penanganan, DLH melakukan upaya mitigasi dengan menebarkan material seperti arang aktif, karbon, serta ecoenzym ke aliran sungai guna membantu menurunkan kandungan senyawa pencemar.
Sementara itu, hasil uji kualitas udara di sejumlah titik di sekitar lokasi menunjukkan bahwa seluruh parameter masih berada di bawah ambang batas baku mutu. Tingkat kebauan juga dilaporkan tidak melebihi batas yang ditetapkan.
DLH Tangsel memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proses pemulihan lingkungan berjalan optimal.(Wil)







