bantenraya.co | KAB.TANGERANG
Babinsa Koramil 01/Teluknaga, Kodim 0510/Tigaraksa, Serma Saefudin, secara aktif terlibat dalam program urban farming bersama Kelompok Tani Oceh Oceh di Kebun Jahe RT 004/011, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tigaraksa.
Program ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah serta memaksimalkan potensi lahan sempit dan lahan tidur untuk menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Danramil 01/Teluknaga, Mayor Inf Heru Susanto, mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam ketahanan pangan di wilayah serta dalam mendukung program urban farming untuk memaksimalkan potensi lahan sempit dan lahan tidur dengan tujuan memperoleh hasil pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Saat ini, berbagai jenis tanaman sayuran telah ditanam di lahan tersebut, termasuk cabai rawit, kangkung, bayam, sawi, dan bawang merah. Tanaman cabai dan kangkung ditanam di sekitar Koramil dengan pengawasan langsung dari anggota Koramil setempat,” katanya, kemarin.
Mayor Inf Heru Susanto menambahkan, lahan tidur, diaktifkan melalui pembentukan kelompok tani yang dikoordinasi oleh Babinsa setempat, dengan tujuan utama memberdayakan lahan tersebut demi kesejahteraan masyarakat.
Mayor Inf Heru Susanto juga mengapresiasi peran aktif Serma Saefudin dalam mendukung program urban farming di wilayah Desa Pangkalan.
Menurutnya, kolaborasi antara Babinsa dan masyarakat dalam mengelola lahan tidur sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar.
“Kolaborasi antara Babinsa dan masyarakat dalam mengelola lahan tidur sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar,” ujarnya.
Program urban farming ini tidak hanya membantu meningkatkan ketersediaan pangan lokal, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan memberdayakan lahan tidur, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur dan lahan sempit. Langkah-langkah seperti ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan. (ril/ris/dam)
Penulis : red
Editor : red






