bantenraya.co | TANGERANG
Calon Bupati Tangerang, Mad Romli dinilai pengamat terbelenggu Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan berada di ujung tanduk. Sehingga sampai saat ini, tidak kunjung mendapatkan rekomendasi dari partai manapun.
“Ada dinamika KIM yang membelenggu proses pencalonan Mad Romli sehingga membuatnya di ujung tanduk,” kata Dosen Fisip di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memed Chumaidi, kepada awak media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, sambung mantan Dewan Pengawas PD Pasar NKR ini, pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang sudah semakin dekat, yaitu pada 27 hingga 29 Agustus mendatang. Tetapi, Partai Golkar saat ini belum juga mengumumkan secara pasti rekomendasi itu kepada siapa.
Meskipun, dalam surat tugas Golkar sebelumnya diberikan kepada Mad Romli, Maesyal Rasyid, dan Intan Nurul Hikmah.
“Apakah Mad Romli, Maesyal Raysid, dan Intan Nurul Hikmah. Rekom tersebut sampai saat ini belum diketahui, akan diberikan kepada siapa,” ujarnya.
Memed Chumaidi menilai, Kabupaten Tangerang juga saat ini mengalami defisit legitimasi buat seorang Mad Romli. Hal itu diduga karena mundurnya Airlangga, dan belenggu KIM yang linier dari pusat ke daerah. Khusunya, Kabupaten Tangerang.
“Dari alasan inilah membuat potensi Mad Romli rentan diganggu di internal partai Golkar sendiri,” pungkasnya.
Memed mengatakan, bahwa Mad Romli dalam hal ini harus berhitung ulang apabila, Golkar tidak merekomendasikan dirinya. Karena masih memiliki waktu, untuk menggaet partai tersisa, agar dirinya bisa dicalonkan. Diantaranya, PDIP, Demokrat, dan PPP.
“Ketika belum ada kepastian dari Golkar. Maka, harus mengusahakan kepastian dari tiga partai lainnya, yaitu PDI-P, PPP dan Demokrat,” tukasnya.
Meski begitu, dinamika hari ini masih berjalan, apakah partai politik lain yang berafiliasi ke KIM akan linear dengan keputusan di Provinsi Banten.
“Bisa saja Golkar dan Demokrat ke Maesyal-Intan. Kita tunggu sampai 27 hingga 29 agustus 2024 esok,” tandasnya. (*)
Penulis : ard
Editor : chan







