bantenraya.co | KAB. SERANG
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang terus melakukan upaya penjangkauan dan pemeriksaan HIV dengan menggandeng Yayasan Bina Muda Gemilang (BMG). Kolaborasi ini bertujuan untuk menjangkau kelompok rentan melalui tim yang lebih efektif dalam mendekati komunitas tertentu.
“Kita menggunakan metode penjangkau, karena sulit menentukan secara visual kelompok rentan seperti lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, atau transgender. Oleh karena itu, kita bekerja sama dengan Yayasan BMG yang memiliki tim penjangkau dari komunitas tersebut,” ujar Kabid P2P Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Istianah menjelaskan bahwa tim penjangkau berperan penting dalam mengumpulkan orang untuk menjalani pemeriksaan HIV. Menurutnya, tanpa bantuan tim penjangkau, proses ini akan lebih sulit dilakukan. Tim tersebut tidak hanya beroperasi di Kabupaten Serang, tetapi juga di daerah lain yang telah dipetakan sebagai lokasi berkumpulnya komunitas berisiko sejak tahun 2023.
“Kami telah melakukan pemetaan pada tahun lalu untuk mengidentifikasi titik-titik kumpul komunitas berisiko serta jumlah anggotanya. Namun, pada tahun 2024 tidak ada lagi kegiatan pemetaan karena keterbatasan dana,” jelasnya.
Dinkes Kabupaten Serang memastikan bahwa setiap individu yang teridentifikasi reaktif HIV akan mendapatkan pengobatan serta edukasi mengenai perubahan perilaku. Selain itu, upaya penelusuran juga dilakukan terhadap individu yang berkontak erat dengan pasien terinfeksi.
“HIV merupakan penyakit yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, namun pengobatan dapat menekan jumlah virus dalam tubuh hingga tingkat tidak terdeteksi. Jika pasien rutin mengonsumsi obat, risiko penularan dapat ditekan dan kualitas hidupnya akan meningkat,” tambah Istianah.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kematian tertinggi pada pasien HIV adalah infeksi tuberkulosis (TBC), terutama TBC otak atau meningitis. Oleh karena itu, pengobatan yang tepat dapat mencegah perkembangan penyakit ke stadium lanjut.
Saat ini, layanan konseling dan tes HIV telah tersedia di seluruh puskesmas di Kabupaten Serang. Dari 31 puskesmas, 22 di antaranya telah mampu memberikan layanan pengobatan. Dinkes menargetkan agar seluruh puskesmas dapat memberikan layanan tersebut setelah petugas medis menjalani pelatihan khusus.
Sementara itu, target pemeriksaan HIV tahun ini masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan. “Biasanya target pemeriksaan didasarkan pada rasio jumlah penduduk. Hingga kini, kami masih menunggu arahan resmi dari Kemenkes, namun kemungkinan besar targetnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya,” pungkas Istianah.
(hed/BN/ris)







