bantenraya.co | TANGERANG
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang terus memperkuat upaya percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui berbagai inovasi pelayanan. Salah satunya dengan memperluas layanan jemput bola agar masyarakat dapat melakukan aktivasi IKD dengan lebih mudah dan dekat.
Kepala Disdukcapil Kota Tangerang R. Rizal Ridolloh mengatakan, peningkatan jumlah pengguna IKD menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan. Melalui layanan jemput bola, masyarakat tidak perlu selalu datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk mendapatkan pendampingan aktivasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk aktivasi IKD memang masyarakat harus hadir secara langsung karena terdapat proses verifikasi melalui pemindaian barcode oleh pemilik identitas. Karena itu, kami hadir mendekatkan pelayanan melalui program jemput bola,” ujar Rizal, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan dalam aktivasi IKD adalah keterbatasan waktu masyarakat untuk datang ke lokasi pelayanan. Oleh karena itu, Disdukcapil menghadirkan berbagai program yang memungkinkan petugas turun langsung ke lingkungan masyarakat.
Salah satu program yang dijalankan yakni Dukcapil Nyaba Kelurahan, yaitu layanan administrasi kependudukan yang hadir langsung di wilayah permukiman warga. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengurus dokumen kependudukan, tetapi juga memperoleh layanan aktivasi IKD dengan bantuan petugas.
Selain menyasar lingkungan masyarakat, Disdukcapil Kota Tangerang juga memperluas jangkauan layanan melalui program Dukcapil Nyaba Sekolah. Program ini menyasar para pelajar yang telah memasuki usia wajib memiliki KTP serta tenaga pendidik untuk melakukan perekaman KTP pemula sekaligus aktivasi IKD.
“Tahun ini kita mulai Dukcapil Nyaba Sekolah. Kegiatannya berupa perekaman KTP pemula sekaligus aktivasi IKD bagi siswa dan guru,” jelasnya.
Rizal menilai pendekatan melalui sekolah menjadi langkah strategis karena generasi muda memiliki kedekatan dengan penggunaan layanan digital. Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap manfaat IKD dapat terus meningkat sejak usia dini.
Ia menjelaskan, IKD memberikan kemudahan karena berbagai dokumen administrasi kependudukan dapat tersimpan secara digital dalam satu aplikasi yang dapat diakses melalui telepon genggam. Selain KTP elektronik, IKD juga dapat memuat dokumen lain seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya.
“Dengan IKD, masyarakat tidak perlu selalu membawa dokumen fisik ketika membutuhkan layanan publik yang berkaitan dengan identitas kependudukan,” katanya.
Berdasarkan data Disdukcapil Kota Tangerang, hingga pertengahan tahun ini jumlah warga yang telah melakukan aktivasi IKD mencapai sekitar 5,98 persen atau sekitar 86 ribu orang dari total penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik.
Karena itu, Disdukcapil Kota Tangerang terus memperluas layanan jemput bola untuk meningkatkan jumlah aktivasi IKD sekaligus mempercepat penerapan layanan administrasi kependudukan berbasis digital yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mendorong seluruh perangkat daerah untuk menerapkan pola kerja yang lebih aktif dengan turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus hadir secara proaktif dalam mencari kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga.
“Tugas kita adalah mencari masalah yang dihadapi masyarakat. Kita hadir untuk memberikan solusi,” tegas Sachrudin.
Ia berharap pola pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pelayanan publik di Kota Tangerang semakin berkualitas serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.(Wil)







