Dua Festival Besar di Banten, SHAFARA dan FERBA 2025, Berjalan Lancar dan Meriah

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Safara X Febra 2025 Sukses digelar. “Ameriza M Moesa Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang telah meluangkan waktu menghadiri acara pembukaan SHAFARA dan FERBA 2025 yang diselenggarakan di Bintaro XChange Mall 2 tanggal 29-31 Agustus 2025 ini.

SHAFARA dan FERBA kali ini mengambil tema “Menguatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendukung Banten Maju dan Sejahtera”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alhamdulillah pada pembukaan acara SAFARA dan FERBA 2025 turut hadir Agus M. Tauchid Kadistan Banten,
Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Banten, Hj. Siti, Pimpinan Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, Wakil Walikota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ichsan, Bupati Pandeglang-Raden Dewi Setiani, Kepala Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Banten Djanurindro Wibowo,
Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunian (BPKP) Provinsi Banten Rusdy Sofyan,
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banten Mojaza Sirait,
Kepala Perwakilan OMBUDSMAN Banten Fadli Afriadi.

“Dalam sambutan-nya Ameriza M Moesa mengatakan, Berdasarkan State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 yang dirilis pada bulan Juli 2025, Indonesia berhasil meningkatkan posisinya di peringkat ke-3 dunia dalam indeks ekonomi syariah global. Capaian ini mencerminkan konsistensi dan ketangguhan Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah sekaligus mempertegas peran strategisnya di tingkat internasional. Kondisi ekonomi syariah di Indonesia pada tahun 2025 terus menunjukkan tren positif dengan dukungan sektor unggulan Halal Value Chain (HVC).

Pada tahun 2025, kondisi ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan dukungan sektor unggulan Halal Value Chain (HVC). Tiga sektor utama yang menjadi pendorong adalah pertanian, makanan dan minuman halal, serta wisata halal yang mencatat pertumbuhan 3,93 persen (yoy), “Katanya.

Baca Juga :  Bursa Kerja Khusus Pemkot Tangerang Turunkan Angka Pengangguran Lulusan SMK 50 Persen

Hal ini menempatkan Halal Food Indonesia di peringkat ke-4 dunia, modest fashion di peringkat ke-1, dan media & recreation di peringkat ke-7. Sementara itu, pada sektor keuangan, pembiayaan syariah juga menunjukkan peningkatan yang
signifikan, yakni tumbuh sebesar 11,39 persen (yoy) pada Mei 2025. Pencapaian ini menegaskan semakin menguatnya peran sektor keuangan syariah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Di balik capaian positif pertumbuhan ekonomi syariah pada tahun 2025, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mewujudkan visinya sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Pertama, persoalan produksi, ketersediaan, dan kualitas bahan baku halal masih menjadi hambatan utama dalam mendukung pengembangan industri syariah. Hingga saat ini, sektor industri fesyen muslim (modest fashion) sebagai salah satu motor penggerak utama industri halal, masih sangat bergantung pada impor bahan baku. Kondisi ini berpotensi melemahkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global.

Tingkat literasi ekonomi syariah masyarakat masih relatif rendah. Berdasarkan hasil Tracking Survey Nasional yang dilakukan Bank Indonesia (BI), pada tahun 2022 indeks literasi ekonomi syariah Indonesia baru tercatat sebesar 23,30%, kemudian meningkat menjadi 28,01% pada tahun 2023. Selanjutnya, pada tahun 2024, indeks tersebut naik signifikan menjadi 42,84%, atau meningkat 14,83% dibandingkan tahun 2023. Adapun target tahun 2025 ditetapkan sebesar 50%. Walaupun terjadi perbaikan dari tahun ke tahun, capaian ini tetap menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terkait prinsip, produk, dan praktik ekonomi syariah masih belum optimal” ujarnya.

Baca Juga :  Kebakaran di Benda Tangerang, BPBD Kota Tangerang Kerahkan 8 Unit Mobil Damkar

Sampai saat ini Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dengan porsi sebesar 87%, sesungguhnya memiliki potensi ekonomi syariah yang sangat tinggi. Masyarakat Indonesia harus mulai serius memikirkan strategi pemenuhan bahan baku industri halal yang mandiri dan berdaya saing global, sehingga tidak lagi bergantung pada produk impor.

Selanjutnya, pemahaman ekonomi syariah yang inklusif dan universal (syumul dan kafah), dengan sistem yang sangat humanis dan bermoral serta tujuan yang mulia yaitu kesejahteraan masyarkat luas, harus terus disampaikan agar tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya membangun ekonomi syariah.

Berdasarkan hal tersebut Bank Indonesia baik secara nasional maupun regional terus berupaya mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu alternatif roda penggerak perekonomian melalui 3 (tiga) pilar strategis yaitu penguatan ekosistem halal (halal value chain), penguatan ekonomi keuangan syariah dan penguatan penerapan halal lifestyle.

Di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, kami bekerjasama dengan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota serta para penggiat ekonomi syariah antara lain KDEKS, LPH dan LP3H yang ada di Banten, terus berupaya untuk menginisiasi dan mengembangkan ekonomi syariah melalui berbagai program diantaranya di antaranya penguatan ekosistem halal value chain, peningkatan kapasitas UMKM halal, literasi dan inklusi keuangan syariah, dukungan terhadap sertifikasi halal, serta penyelenggaraan regional event seperti Sharia Festival Jawara (SHAFARA), terang Ameriza. (Hed).

Berita Terkait

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan
Semangat Kartini Hidup di Apel Senin, ASN Perempuan Tangerang Tampil Inspiratif
Wabup Intan Dorong Kang Nong Tingkatkan Kompetensi untuk Majukan Pariwisata
Gubernur Apresiasi PERSI Banten Atas Dukungan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Satpol PP Turun Tangan, Miras dan Prostitusi Ditertibkan di Pasar Induk Tanah Tinggi
Suasana Hangat Halalbihalal, Maryono Apresiasi Dedikasi Purnawirawan
DPMPT SP Mempermudah Pembuatan NIB Pasar Anyar Jadi Pusat Pemantauan Harga dan Layanan Usaha
Dari Benteng Reborn, Mimpi Juara Sepak Bola Banten Jadi Nyata
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:36 WIB

Serap Ilmu City Branding, Maryono Ingin Tangerang Makin Dilirik Investor dan Wisatawan

Senin, 20 April 2026 - 18:47 WIB

Semangat Kartini Hidup di Apel Senin, ASN Perempuan Tangerang Tampil Inspiratif

Senin, 20 April 2026 - 16:09 WIB

Wabup Intan Dorong Kang Nong Tingkatkan Kompetensi untuk Majukan Pariwisata

Senin, 20 April 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Apresiasi PERSI Banten Atas Dukungan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 14:11 WIB

Satpol PP Turun Tangan, Miras dan Prostitusi Ditertibkan di Pasar Induk Tanah Tinggi

Berita Terbaru