IDEALS Kritik Perjanjian Dagang Indonesia-AS: Dinilai Langgar Kedaulatan Data Pribadi WNI

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | JAKARTA

Indonesian Development Economics and Law Studies (IDEALS), melontarkan kritik keras terhadap perjanjian tarif impor terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dinilai mengancam kedaulatan data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Peneliti senior IDEALS, HMU Kurniadi, dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (28/7/2025), menyoroti pasal-pasal dalam kerja sama tersebut yang dinilainya membuka celah bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk mengakses data pengguna Indonesia. Akses tersebut diklaim diberikan atas dasar efisiensi logistik, analisis pasar, serta kepatuhan terhadap standar perdagangan digital.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini berbahaya dan melanggar prinsip kedaulatan data nasional. Pemerintah seharusnya tidak gegabah menyerahkan data pribadi WNI demi insentif perdagangan jangka pendek,” ujar Kurniadi.

Baca Juga :  Rekam Jejak, Alasan Perantau Minang Dukung Maesyal-Intan

Menurutnya, data pribadi merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga ketat, apalagi dalam konteks geopolitik global yang semakin tidak menentu serta dominasi platform digital asing di dalam negeri.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sudah memiliki regulasi yang melindungi data pribadi, yakni Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). UU ini secara tegas melarang pengalihan data lintas negara tanpa adanya jaminan perlindungan yang setara dengan hukum nasional.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Dampingi Anies Kampanye di Bone Sulsel

“Jika pemerintah tetap melanjutkan perjanjian ini tanpa revisi, maka bukan hanya melanggar hukum nasional, tapi juga mengkhianati amanat perlindungan hak asasi warga negara di ranah digital,” tegasnya.

IDEALS mendorong agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh klausul kerja sama perdagangan digital yang telah diteken, serta mendorong negosiasi ulang dengan mengedepankan prinsip kedaulatan data.

Kritik IDEALS mencuat seiring dengan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keamanan data dan pengaruh besar perusahaan teknologi asing dalam perekonomian digital Indonesia.(*)

Penulis : HMI

Editor : Mas

Berita Terkait

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 202
Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan
Antusiasme Tinggi! Warga Serang Nobar Timnas
16 Prajurit Korem 052/Wkr Naik Pangkat, Laporan Korps Dipimpin Kasrem
Buka puasa bersama: Momentum silaturahmi, perkuat solidaritas Forum Pimred Multimedia
JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono
TNI AD Gelorakan Semangat Pengabdian Tanpa Pamrih di Hari Juang 2025
Tragedi Lingkungan Jadi Alarm, Hak Atas Lingkungan Berkeadilan Masuk Amandemen UUD 1945
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:36 WIB

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 202

Kamis, 2 April 2026 - 13:41 WIB

Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan

Rabu, 1 April 2026 - 16:57 WIB

Antusiasme Tinggi! Warga Serang Nobar Timnas

Rabu, 1 April 2026 - 14:39 WIB

16 Prajurit Korem 052/Wkr Naik Pangkat, Laporan Korps Dipimpin Kasrem

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:50 WIB

Buka puasa bersama: Momentum silaturahmi, perkuat solidaritas Forum Pimred Multimedia

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB